Hericane adalah lagu dengan metafora badai, tapi rasanya kok malah kayak nyentuh hati sendiri.
Di balik melodinya yang lembut, lagu ini sebenarnya cerita tentang hubungan yang pelan-pelan hancur—kayak rumah kena sapuan angin topan—tapi anehnya, masih ada cinta yang nggak bisa pergi begitu saja.
Dirilis sebagai Track 9 di album LANY (2017), lagu ini ditulis Les Priest, Jake Goss, dan Paul Klein, direkam di Hoop Dreams Studio. Nggak heran “Hericane” sering jadi penutup konser, karena energi emosinya selalu bikin momen yang susah dilupain.
Table of Contents
Makna Lagu Hericane LANY dari Sudut Pandang Lemo Blue (Analisis Lirik)

Di bagian ini, kamu bakal lihat bagaimana Hericane membungkus hubungan rumit dalam metafora badai yang terasa begitu hidup.
1. Metafora Badai sebagai Cerminan Hubungan yang Kacau
Hericane menggambarkan hubungan yang penuh gejolak, di mana satu pihak membawa kerusakan emosional sebesar bencana alam. Judulnya pun permainan kata yang cerdas—menggabungkan her dengan hurricane.
Sosok perempuan dalam lagu ini digambarkan seperti tornado berjalan, meninggalkan puing emosi di mana-mana. Narator sampai sadar, mungkin selama ini ia sedang jatuh cinta pada sebuah badai: “Maybe you’ve been a storm all this time.”
2. Konflik, Luka, dan Siapa yang Harus Bertanggung Jawab
Dalam hubungan ini, jejak kerusakannya tampak jelas—“our home’s a wreck”. Yang bikin hubungan tambah rumit, sosok sang perempuan menyalahkan semuanya pada “disobedience”.
Ia menegaskan kalau ini saatnya ia sadar: “You’re the one in the wrong.” Perubahan mood, rasa tidak aman, dan emosi yang tak terkontrol membuat hubungan perlahan terkikis, digambarkan sebagai “insecure winds” yang terus menghantam mereka.
3. Geografi sebagai Simbol Jarak Emosional
Lirik Hericane juga memakai lokasi sebagai gambaran suasana hati. Narator mengakui si dia berasal dari East Coast, tempat badai adalah hal biasa—sebuah cara halus menunjukkan bagaimana sifat destruktif itu terbentuk.
Di verse berikutnya, narator membandingkan “Oklahoma” dan “California,” seolah mencari tempat yang bebas dari badai—tempat di mana ia bisa bernapas tanpa harus menghadapi Hericane lagi.
Kalem, padat, dan langsung kena—tepat seperti cerita yang mau disampaikan lagu ini.
Apasih yang Pengen LANY Sampaikan Di Lagu Hericane?

Masuk ke bagian ini, kamu bakal ngerasain titik terdalam dari Hericane, saat badai yang selama ini dirasain ternyata punya akar luka yang jauh lebih rumit dari sekadar hubungan kacau.
1. Pengakuan di 3 AM — Luka Lama yang Belum Sembuh
Di sini narator akhirnya melihat sisi paling rapuh dari sosok yang ia cintai. Ia tahu betul gimana sakitnya itu meledak di jam-jam paling sunyi: “I know your heart hurts the most at 3 AM.”
Momen ini bukan sekadar curahan hati, tapi tanda kalau luka itu sudah lama mengendap tanpa pernah benar-benar dirawat.
2. Absent Father Issue sebagai Pemicu Kerapuhan Emosional
Narator juga paham akar dari badai emosional yang sering menyeret mereka berdua. Ada kehilangan yang terjadi sebelum sang tokoh bahkan sempat mengenal ayahnya: “I know he left before you could even know him.”
Trauma ini jadi angin liar yang memengaruhi hubungan mereka, menjelaskan kenapa perilakunya sering destruktif dan tak terarah.
4. Perjuangan Sang Narator untuk Tetap Bertahan
Di tengah kekacauan itu, narator berusaha keras menahan semua yang hampir runtuh: “I’ve done my best to carry all this weight.”
Ia memohon agar sang kekasih berubah—stop, start over, be born again—tapi semua hanya menggantung tanpa jawaban.
Meski ia tahu siapa yang salah, cinta tetap menahan langkahnya. Itu sebabnya kata-kata “I love you still, I always will” terasa begitu pedih, menutup Hericane dengan kenyataan bahwa cintanya bertahan meski badai tak pernah benar-benar surut.
Badai yang Mengajarkan Arti Bertahan

Hericane pada akhirnya adalah kisah tentang cinta yang terseret badai emosi, tapi tetap mencoba bertahan meski luka datang dari segala arah.
Lagu ini menggambarkan bagaimana seseorang bisa tenggelam dalam hubungan yang melelahkan, namun tetap memegang rasa sayang yang sulit dilepas.
Semua metafora badai yang digunakan LANY adalah cermin dari hubungan yang rapuh, penuh konflik, dan sarat trauma yang belum selesai.

