Sinopsis Doctor Strange in the Multiverse of Madness (Kesimpulan Film)

Doctor Strange in the Multiverse of Madness (2022): Niat Baik Berakhir Nggak Baik

Doctor Strange in the Multiverse of Madness adalah perjalanan gelap yang pelan-pelan menyeret kamu masuk ke sisi MCU yang jarang disentuh. Kali ini Marvel mengajak kita menyusuri multiverse lewat kacamata horor khas Sam Raimi, di mana niat baik justru bisa berujung petaka. 

Dirilis pada 6 Mei 2022, film berdurasi 126 menit ini terasa lebih intens, lebih menyeramkan, dan emosional dibanding cerita Marvel sebelumnya. 

Kesuksesan box office-nya membuktikan satu hal: penonton siap diajak bermain di wilayah yang lebih berani, lebih aneh, dan penuh konsekuensi—bahkan sampai ke detail kecil seperti dunia alternatif Earth-838 yang terasa asing sejak pandangan pertama.

Sinopsis Doctor Strange in the Multiverse of Madness (Kesimpulan Film)

Sinopsis Doctor Strange in the Multiverse of Madness

Cerita ini dibuka dari titik rapuh dalam hidup Stephen Strange, saat multiverse belum sepenuhnya tenang dan masa lalu masih meninggalkan gema panjang.

Hidup Stephen Strange Setelah No Way Home

Doctor Strange masih memikul konsekuensi besar dari kekacauan multiverse sebelumnya. Dunia memang terselamatkan, tapi rasa kehilangan dan trauma tak ikut hilang. 

Di tengah hidup yang terasa stagnan, Strange bertemu America Chavez, remaja misterius dengan kemampuan membuka portal berbentuk bintang ke berbagai semesta. 

Pertemuan ini jadi awal dari kekacauan yang lebih luas, sekaligus pengingat bahwa multiverse belum selesai menuntut harga.

America Chavez dan Ancaman Multiverse

Kemampuan America bukan anugerah biasa. Setiap portal yang ia buka adalah pintu menuju realitas lain, dan itulah alasan ia diburu. 

Wanda Maximoff mengincar kekuatan ini demi satu tujuan sederhana tapi berbahaya: hidup kembali bersama Billy dan Tommy. 

Di sinilah America berubah dari sekadar gadis ketakutan menjadi kunci utama konflik dalam Doctor Strange in the Multiverse of Madness.

Wanda Maximoff dan Kelahiran Scarlet Witch

Darkhold mengubah segalanya. Buku terkutuk itu mengikis sisi kemanusiaan Wanda, memperkuat kesedihannya, dan menajamkan obsesinya. 

Yang tersisa adalah Scarlet Witch, sosok yang digerakkan oleh cinta seorang ibu, tapi memilih jalan kehancuran. Setiap langkah Wanda terasa tragis, karena niatnya lahir dari kehilangan yang nyata.

Earth-838 dan Munculnya Illuminati

Pengejaran membawa Strange dan America ke Earth-838, dunia alternatif dengan aturan dan pahlawan berbeda. 

Di sini, mereka ditangkap oleh Illuminati, kelompok yang mengklaim menjaga keseimbangan multiverse. Namun rasa aman itu hanya ilusi. 

Saat Wanda melakukan dreamwalk dan menguasai versi lain dirinya, Earth-838 berubah menjadi panggung tragedi, memaksa Strange mengambil keputusan paling gelap demi menghentikan kehancuran yang lebih besar.

Baca Juga, Yah! Captain Marvel (2019): Cewek Terkuatnya MCU Nih Bos! Senggol Dong!

Penjelasan Ending Doctor Strange in the Multiverse of Madness (Spoiler Alert!)

Penjelasan Ending Doctor Strange in the Multiverse of Madness (Spoiler Alert!)

Multiverse akhirnya menagih harga paling mahal. Kemenangan datang dengan luka, dan setiap karakter harus hidup dengan konsekuensinya.

Wanda, Anak-anaknya, dan Pilihan Terakhir

Momen penentuan datang saat Wanda dihadapkan pada ketakutan terbesar dalam hidupnya: penolakan dari anak-anak yang ingin ia selamatkan. America memperlihatkan kebenaran itu tanpa amarah, hanya cermin yang jujur. 

Wanda pun tersadar, lalu memilih menghentikan segalanya. Dengan kekuatannya, ia menghancurkan kuil Darkhold di Mount Wundagore dan memusnahkan seluruh versi buku itu di multiverse, menutup sumber korupsi yang selama ini menguasainya.

Nasib Wanda Maximoff

Runtuhnya Mount Wundagore menjadi akhir sunyi bagi Scarlet Witch. Wanda terkubur bersama kehancuran yang ia ciptakan, dan semesta menganggapnya telah tiada. 

Status “presumed dead” ini terasa pahit, tapi pengorbanannya meninggalkan makna besar di Doctor Strange in the Multiverse of Madness: menebus kesalahan dengan menghentikan bencana yang lebih luas.

Mata Ketiga Doctor Strange

Saat semua terlihat usai, Strange justru menerima tanda permanen. Mata ketiga muncul di dahinya, bukti nyata dampak Darkhold setelah ia dreamwalk ke tubuh varian yang telah mati. Niatnya mungkin lurus, tapi sihir gelap meninggalkan bekas yang tak bisa dihapus. Ini jadi peringatan bahwa setiap jalan pintas selalu menuntut bayaran.

America Chavez Menemukan Rumah

America memilih bertahan di Earth-616. Di Kamar-Taj, ia mulai belajar mengendalikan kekuatannya di bawah bimbingan Wong. Keputusan ini memberi harapan baru, bahwa multiverse tak selalu soal pelarian, tapi juga tentang menemukan tempat untuk tumbuh.

Mid-Credits Scene dan Ancaman Incursion

Cerita belum benar-benar selesai. Di adegan mid-credits, Clea muncul membawa kabar buruk: perjalanan Strange telah memicu incursion, tabrakan antarsemesta. 

Ia mengajak Strange masuk ke Dark Dimension untuk memperbaiki kekacauan ini, membuka jalan menuju konflik multiverse yang jauh lebih besar di masa depan.

Baca Juga, Yah! Thunderbolts * (2025): Kayak Bukan Film Marvel

Daftar Pemain Doctor Strange in the Multiverse of Madness

Pemain Doctor Strange in the Multiverse of Madness

Sebelum menutup perjalanan multiverse ini, Lemolist, ada baiknya kita kenalan dengan wajah-wajah yang menghidupkan kekacauan, emosi, dan teror di setiap semesta.

  • Benedict Cumberbatch sebagai Doctor Stephen Strange / Sinister Strange / Defender Strange
  • Elizabeth Olsen sebagai Wanda Maximoff / Scarlet Witch
  • Xochitl Gomez sebagai America Chavez
  • Benedict Wong sebagai Wong
  • Rachel McAdams sebagai Dr. Christine Palmer
  • Chiwetel Ejiofor sebagai Baron Karl Mordo
  • Julian Hilliard sebagai Billy Maximoff
  • Jett Klyne sebagai Tommy Maximoff
  • Charlize Theron sebagai Clea (mid-credits)
  • John Krasinski sebagai Reed Richards / Mister Fantastic
  • Patrick Stewart sebagai Professor Charles Xavier
  • Hayley Atwell sebagai Captain Carter
  • Lashana Lynch sebagai Captain Marvel (Maria Rambeau)
  • Anson Mount sebagai Black Bolt
  • Bruce Campbell sebagai Pizza Poppa
  • Michael Stuhlbarg sebagai Dr. Nic West

Ketika Multiverse Menuntut Konsekuensi

Di akhir perjalanan Doctor Strange in the Multiverse of Madness, Lemolist diajak memahami satu hal penting: setiap pilihan punya harga. 

Film ini menutup kisahnya dengan nada gelap dan reflektif, memperlihatkan bagaimana niat baik bisa berujung pada luka panjang, baik bagi pahlawan maupun semesta itu sendiri. 

Wanda, Strange, dan America masing-masing berdiri di titik baru, membawa bekas dari keputusan yang tak bisa ditarik kembali. Inilah MCU yang lebih dewasa, berani bermain di wilayah emosional dan konsekuensi moral.

Buat kamu yang masih penasaran dengan kelanjutan multiverse, teori karakter, atau sekadar ingin update berita film dan series terbaru, perjalanan belum berhenti di sini. 

LemoList bisa terus menjelajah cerita, analisis, dan sudut pandang segar seputar dunia hiburan bareng Lemo Blue—karena selalu ada kisah lain yang menunggu untuk dibedah.