Connie Francis meninggal di usia 87 tahun pada tanggal 16 Juli 2025. Kabar duka ini menjadi pukulan emosional bagi jutaan penggemar musik di seluruh dunia, terutama bagi mereka yang tumbuh bersama lagu-lagu hits legendarisnya.
Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh sahabat dekat dan manajer hak cipta Francis, Ron Roberts, yang membagikannya lewat unggahan di Facebook. Dalam unggahannya, Roberts menulis bahwa berita ini disampaikan dengan “hati yang berat dan kesedihan yang mendalam.” Connie, menurutnya, pasti ingin para penggemarnya menjadi salah satu yang pertama tahu.
Kondisi Kesehatan Connie Francis Sebelum Meninggal
Sebelum Connie Francis meninggal, ia sudah sempat membagikan kabar tentang kondisi kesehatannya ke publik. Di awal Juli 2025, ia dirawat di rumah sakit karena mengalami rasa sakit yang ia sebut sebagai “extreme pain” atau sakit yang sangat parah.
Kala itu, ia sedang menjalani serangkaian pemeriksaan medis untuk mencari tahu penyebab rasa sakit tersebut. Lewat Facebook, ia menginformasikan bahwa dirinya harus membatalkan sejumlah jadwal tampil, termasuk undangan spesial dari Cousin Brucie’s Independence Day Show yang seharusnya ia hadiri pada 4 Juli.
Dalam postingannya tertanggal 2 Juli, ia juga mengungkap bahwa dirinya tengah menjalani perawatan untuk cedera di bagian pinggul. Namun, semangat Connie tetap tidak padam. Pada 4 Juli 2025, ia menulis pesan hangat kepada penggemarnya bahwa ia merasa jauh lebih baik setelah tidur nyenyak, dan menyempatkan diri untuk mengucapkan selamat Hari Kemerdekaan.
Ia juga berterima kasih atas doa dan perhatian dari para fans. Sayangnya, itulah pesan terakhir yang ia bagikan sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.
Baca Juga, Yah! Sehari Sebelum Dibuka, Panggung Tomorrowland Terbakar—Batal Nggak Sih?
Ron Roberts: Sosok Sahabat dan Juru Bicara di Momen Terakhir
Ron Roberts bukan hanya manajer hak cipta Connie, tapi juga sahabat dekat yang selalu ada di sisinya. Saat menyampaikan kabar bahwa Connie Francis meninggal, Roberts benar-benar menyuarakan rasa kehilangan yang mendalam.
Ia menjelaskan bahwa Francis sempat dipindahkan ke ruang perawatan intensif (ICU), sebelum akhirnya dipindahkan ke kamar pribadi agar bisa beristirahat dengan tenang. Menurut Roberts, Connie ingin dikenang bukan karena penyakitnya, tapi karena karya dan dedikasinya terhadap musik.
Hal ini pula yang membuatnya meminta agar para penggemar menjadi yang pertama mengetahui kepergiannya. Jadi jika kamu bertanya, Connie Francis meninggal kapan?, jawabannya adalah tanggal 16 Juli 2025, dan kabarnya diumumkan secara langsung oleh orang yang sangat dekat dengannya.
Perjalanan Karier Connie Francis: Dari “Who’s Sorry Now” ke TikTok
Connie Francis mungkin sudah tiada, tapi karyanya terus hidup. Bahkan beberapa minggu sebelum kepergiannya, namanya kembali mencuat di kalangan generasi muda berkat platform media sosial seperti TikTok. Tapi sebelum kita membahas tentang viralnya lagu-lagu lamanya, mari kita kenang dulu bagaimana ia memulai segalanya.
Connie Francis sudah meninggal, tapi ia pernah menjadi suara dari jutaan hati yang jatuh cinta, patah hati, dan berharap. Lahir pada tahun 1937, ia mulai meniti karier musik di usia muda.
Namun, namanya benar-benar meledak pada 1958, ketika lagu “Who’s Sorry Now” diputar di acara American Bandstand milik Dick Clark. Lagu itu langsung melesat ke tangga lagu internasional dan terjual lebih dari satu juta kopi.
Setelah itu, deretan lagu hits lain terus bermunculan. Beberapa yang paling diingat hingga kini antara lain:
- “Stupid Cupid”
- “Lipstick on Your Collar”
- “Don’t Break the Heart That Loves You”
- “Everybody’s Somebody’s Fool”
- “My Heart Has a Mind of Its Own”
- “Pretty Little Baby”
Viral di TikTok: Generasi Baru Menemukan Suara Lama
Menariknya, hanya beberapa minggu sebelum Connie Francis meninggal, lagunya yang berjudul “Pretty Little Baby” kembali viral di TikTok. Lagu ini digunakan dalam berbagai video dan tren yang membuatnya dikenali oleh generasi baru. Akibatnya, lagu tersebut berhasil meraih lebih dari 2,4 juta streaming di Spotify.
Connie sendiri sempat mengetahui kabar ini dan merasa sangat tersentuh. Lewat Facebook, ia mengucapkan terima kasih kepada pengguna TikTok yang membuat suaranya kembali didengar oleh dunia. Momen ini menjadi salah satu kenangan manis terakhir sebelum ia pergi.
Pensiun Diam-diam Tapi Tetap Dikenang
Sejak tahun 2018, Connie memang memilih untuk mundur dari sorotan publik. Tapi itu tidak berarti ia dilupakan. Musiknya tetap diputar, dikenang, dan bahkan dinyanyikan ulang oleh berbagai penyanyi muda. Bahkan hingga saat ini, banyak yang masih bertanya, Connie Francis apakah sudah meninggal?, karena kehadiran musiknya begitu kuat dan terus bergema.
Dengan kepergiannya, kita tidak hanya kehilangan seorang penyanyi, tapi juga ikon budaya yang membentuk lanskap musik pop Amerika selama beberapa dekade. Kini, meski fisiknya telah tiada, warisan musik Connie Francis akan terus hidup di hati para penggemarnya, baik tua maupun muda.


Pingback: Lirik Lagu Pretty Little Baby dan Makna Tersembunyinya