Gentosai—atau lengkapnya Gentosai Okabe—diperankan Abe Hiroshi. Banyak yang awalnya cuma dengar namanya sebagai mitos di Sekolah Kyohachi-ryu, sampai akhirnya sosok ini muncul dan membuktikan diri sebagai mantan guru sekaligus biksu-pendekar yang kejam.
Dia pernah menjadi penegak disiplin untuk guru pertama Kyohachi-ryu, tempat Shujiro Saga dan saudara-saudara angkatnya ditempa. Buat para murid, ia dulunya cuma cerita bisik-bisik… sampai akhirnya sosok ini muncul langsung dalam Kodoku.
Melihat bagaimana karakter ini diposisikan di akhir cerita, dia jelas disiapkan sebagai villain utama untuk Season 2. Iroha, Sansuke, dan Shikura sepakat bahwa sang pria tua berbahaya ini harus dieliminasi.
Table of Contents
Dari Mana Sifat Jahat Gentosai Lahir? Ini Sudut Pandang Lemo Blue!

Buat kamu yang penasaran kenapa Gentosai di Last Samurai Standing tega memburu mantan muridnya sendiri, bagian ini menggali sisi psikologisnya.
1. Fanatisme dan Idealisme
Kalau kamu penasaran siapa itu Gentosai, bayangin seseorang yang percaya hanya ada satu kebenaran absolut. Dalam kepalanya, ajaran lama Kyohachi-ryu harus diwariskan pada pewaris yang “paling murni”—yaitu yang sanggup mengalahkan semua rival.
Keyakinan tunggal semacam ini sering berubah jadi pembenaran ekstrem. Ia melihat para murid gagal sebagai penghalang terbentuknya “garis suksesor sempurna”, jadi dia memilih jalan eliminasi yang ekstrem.
Di balik segala tindakannya, ia tidak menganggap dirinya penjahat. Dia memosisikan diri sebagai penjaga moral, satu-satunya yang melindungi kehormatan aliran tua dari “penyimpangan”.
Dalam pandangannya, apa yang ia lakukan adalah bentuk kesetiaan. Dia melihat dirinya sebagai pihak baik yang sedang melawan ancaman. Dari sinilah sisi gelapnya tumbuh—keyakinan bahwa kebaikan versinya pantas diperjuangkan dengan cara apa pun.
2. Dark Dyad: Callous & Grandiose

Dalam cerita, ia digambarkan sebagai “monk-warrior” yang kejam, seorang pemburu para murid yang pernah ia latih sendiri.
Saat kamu mulai menggali siapa gentosai sebenarnya, kamu akan melihat pola kepribadian yang mirip dengan konsep Dark Dyad dari Delroy Paulhus dan Manfred Kets de Vries—gabungan sifat psikopati dan egotisme yang mudah terancam.
Psikopati muncul dari sikap dinginnya. Ia mengejar Iroha, Shujiro, Sansuke, hingga Shikura tanpa ragu.
Semua dianggap gagal memenuhi standar sang master, dan baginya, itu alasan yang cukup untuk menghabisi mereka. Tidak ada ruang untuk empati. Tidak ada pertimbangan masa lalu. Tugas adalah tugas.
Egotisme yang terancam membuatnya tetap tegak sebagai penegak warisan sang master pertama.
Menurut sudut pandang Lemo Blue, identitasnya melekat pada peran itu: jika ia tidak menjalankan titah tersebut, maka runtuhlah status dan citra dirinya. Bagi Gentosai, mempertahankan nama sekolah sama artinya mempertahankan dirinya sendiri.
3. Ketaatan pada Otoritas

Dalam cerita ini, Gentosai hidup dengan satu aturan mutlak: perintah dari master pertamanya saat pensiun. Perintah itu ekstrem—ia harus memburu dan menghabisi para trainee yang menolak mandat awal sekolah. Dari sini mulai melihat gambaran lebih jelas tentang siapa itu Gentosai dan apa yang mendorongnya.
Perjalanan Gentosai terasa seperti cermin dari eksperimen Milgram dan Zimbardo—dua studi besar yang menunjukkan bagaimana manusia bisa melakukan tindakan kelam ketika otoritas memberi perintah. Gentosai bukan orang yang lahir jahat, tapi ia dibentuk oleh sistem yang menuntut ketaatan absolut.
Konsep banality of evil dari Hannah Arendt makin mempertegas perannya. Kejahatan kadang muncul dari orang biasa yang mengikuti aturan secara membabi buta.
Bedanya, karakternya bukan birokrat; ia pembunuh terlatih. Tapi kesamaannya tetap terasa: ia menjalankan perintah sang master selama puluhan tahun tanpa menggugat. Demi tradisi sekolah, Gentosai mengorbankan nurani.
Gentosai sebagai Villain Baru yang “Sempurna”
Setelah paham latar belakangnya, sekarang kita masuk ke alasan kenapa karakter ini cepat banget naik jadi antagonis paling berbahaya di musim ini.
Ancaman yang dibawa Gentosai berbeda dari para dalang tersembunyi seperti Kawaji Toshiyoshi. Dia hadir secara fisik—berlari, mengejar, menebas, tanpa pernah kehilangan arah. Motivasi ideologisnya membuatnya jauh lebih dalam daripada pembunuh bayaran biasa.
Belum cukup sampai di situ, plot makin rumit setelah terungkap aliansinya dengan Kyojin Tsuge, samurai yang sebelumnya tampil ramah namun diam-diam mengkhianati Shujiro dengan membocorkan lokasi Iroha. Karakter ini jadi pemicu ledakan konflik untuk Season 2.