Film-film produksi dan distribusi A24 bukan tipe tontonan blockbuster yang hanya mengandalkan ledakan dan formula aman. Sebaliknya, mereka menghadirkan kisah yang emosional, kadang muram, kadang mengusik, tapi selalu membekas.
Kalau kamu suka film yang berani beda, penuh atmosfer, dan nggak takut mengeksplor sisi gelap emosi manusia, besar kemungkinan kamu sudah familiar dengan A24 movie vibes.
Studio film independen asal Amerika ini dikenal punya ciri khas kuat: visual yang artistik, cerita yang intim dan introspektif, serta narasi yang sering kali genre-bending — memadukan horor, drama, psikologis, hingga absurditas dalam satu pengalaman sinematik yang unik.
Table of Contents
Rekomendasi Film A24 yang Wajib Masuk Watchlist

Ada film yang selesai ditonton langsung hilang dari ingatan. Dan ada film yang diam-diam menetap di kepala, menghantui pikiran, atau bahkan mengubah cara kita memandang hidup. Film-film A24 hampir selalu masuk kategori kedua. Beberapa daftar film di bawah ini tayang di Netflix dan platfform streaming lainnya.
1. Everything Everywhere All At Once (2022)
Film A24 pemenang Oscar ini bercerita tntag Evelyn Wang (Michelle Yeoh) hanyalah pemilik laundromat yang lelah: pajak bermasalah, pernikahan renggang dengan Waymond (Ke Huy Quan), dan hubungan dingin dengan putrinya Joy (Stephanie Hsu).
Sampai tiba-tiba… ia terseret ke multiverse.
Di setiap semesta lain, Evelyn bisa menjadi koki, bintang film, atau master kungfu. Tapi inti ceritanya bukan soal dunia paralel — melainkan trauma antar generasi dan rasa hampa hidup modern.
Kenapa harus nonton:
Film ini gila, lucu, emosional, dan filosofis sekaligus. Aksi kreatifnya memukau, tapi hati ceritanya adalah tentang memilih cinta di tengah kekacauan. Salah satu film paling orisinal dekade ini.
2. 20th Century Women (2016)
Dorothea (Annette Bening) adalah ibu tunggal di Santa Barbara tahun 1979. Ia merasa gagal memahami anak lelakinya, Jamie (Lucas Jade Zumann). Maka ia meminta dua perempuan muda — Abbie (Greta Gerwig) dan Julie (Elle Fanning) — untuk membantu “mendidik” anaknya tentang hidup.
Film A24 ini terasa seperti membuka album foto lama.
Kenapa harus nonton:
Hangat, jujur, dan penuh dialog reflektif tentang keluarga, memori, dan bagaimana kita tumbuh lewat orang lain.
3. Aftersun (2022)
Sophie kecil (Frankie Corio) berlibur bersama ayahnya Calum (Paul Mescal) di Turki. Kamera menangkap momen-momen biasa: berenang, karaoke, bercanda.
Bertahun kemudian, Sophie dewasa mencoba memahami ayahnya — seseorang yang dulu tampak ceria, tapi ternyata menyimpan depresi tersembunyi.
Kenapa harus nonton:
Lembut, sunyi, dan menghancurkan hati pelan-pelan. Salah satu potret paling realistis tentang hubungan ayah-anak.
4. Minari (2021)
Keluarga Yi pindah dari Korea ke pedesaan Arkansas demi mimpi bertani. Sang ayah Jacob (Steven Yeun) mengejar ambisi, sang ibu Monica (Han Ye-ri) berusaha bertahan, dan nenek Soon-ja (Yuh-Jung Youn) datang membawa kehangatan tak terduga.
Kenapa harus nonton:
Kisah imigran yang intim, natural, dan penuh harapan. Minari bicara tentang mimpi, keluarga, dan arti “rumah”.
5. Moonlight (2016)
Chiron tumbuh di lingkungan keras Miami. Kita melihat hidupnya dalam tiga fase — kecil, remaja, dewasa — diperankan oleh Alex Hibbert, Ashton Sanders, dan Trevante Rhodes.
Ia belajar tentang identitas, maskulinitas, cinta, dan rasa ingin dimengerti.
Kenapa harus nonton:
Puitis, sunyi, dan penuh empati. Film ini tidak berteriak, tapi setiap adegannya menusuk lembut ke hati.
6. The Florida Project (2017)
Moonee (Brooklynn Prince) tinggal di motel murah dekat Disney World bersama ibunya Halley (Bria Vinaite). Dunia mereka miskin, tapi masa kecil Moonee penuh imajinasi.
Manajer motel Bobby (Willem Dafoe) jadi satu-satunya figur stabil di hidup mereka.
Kenapa harus nonton:
Perpaduan realita pahit dan sudut pandang anak yang penuh warna. Mengharukan tanpa memaksa.
7. Hereditary (2018)
Setelah nenek meninggal, keluarga Graham dihantui kejadian aneh. Annie (Toni Collette) mencoba menjaga keluarganya tetap waras, tapi rahasia darah keturunan mulai terbuka.
Kenapa harus nonton:
Horor keluarga paling brutal secara emosional. Bukan cuma menakutkan — tapi tragis.
8. Midsommar (2019)
Dani (Florence Pugh) baru kehilangan keluarganya. Ia ikut pacarnya Christian (Jack Reynor) ke festival musim panas di desa Swedia terpencil. Cahaya terang, bunga indah… tapi ada ritual mengerikan.
Kenapa harus nonton:
Horor di siang hari. Indah sekaligus disturbing. Tentang melepaskan hubungan toksik.
9. A Ghost Story (2017)
Seorang pria (Casey Affleck) meninggal dan kembali sebagai hantu berselimut kain putih. Ia hanya bisa melihat istrinya (Rooney Mara) berduka, lalu melihat waktu berlalu tanpa henti.
Kenapa harus nonton:
Meditatif, minimalis, kontemplatif. Film A24 ini tentang waktu, kehilangan, dan kefanaan.
10. Bring Her Back (2025)
Dua saudara yatim piatu masuk rumah asuh misterius. Pengasuhnya (Sally Hawkins) menyimpan rahasia kelam.
Kenapa harus nonton:
Bring her back adalah horor paling dinanti A24. Brutal, emosional, dan menyorot trauma anak.
11. The Lighthouse (2019)
Dua penjaga mercusuar — Thomas Wake (Willem Dafoe) dan Ephraim Winslow (Robert Pattinson) — terjebak badai. Alkohol, kesepian, dan kegilaan mulai merusak akal sehat.
Kenapa harus nonton:
Aneh, intens, dan akting kelas dewa. Film tentang obsesi dan kegilaan maskulin.
12. The Lobster (2016)
Di masa depan, orang lajang harus menemukan pasangan dalam 45 hari atau diubah menjadi hewan. David (Colin Farrell) memilih lobster jika gagal.
Kenapa harus nonton:
Satire dingin tentang tekanan sosial untuk punya pasangan. Absurd tapi jenius ala vibe film a24.
13. Bodies Bodies Bodies (2022)
Sekelompok teman Gen Z main game “pembunuh misteri” saat badai. Lalu satu orang benar-benar mati.
Kenapa harus nonton:
Whodunit modern, lucu, pedas, dan relevan dengan drama sosial media.
14. Eternity (2025)
Di afterlife birokratis, Joan (Elizabeth Olsen) harus memilih satu dari dua mantan suami untuk menghabiskan keabadian.
Kenapa harus nonton:
Romantis, unik, dan penuh humor eksistensial.
15. Marty Supreme (2025)
Marty (Timothée Chalamet) adalah juara pingpong 1950-an dengan ego sebesar stadion.
Kenapa harus nonton:
Biopik nyentrik tentang ambisi, kepercayaan diri, dan lahirnya toxic bravado Amerika.
16. Sorry, Baby (2025)
Agnes mencoba menjalani hidup setelah trauma besar. Dengan humor gelap, ia menghadapi absurditas bertahan hidup.
Kenapa harus nonton:
Black comedy tentang penyintas trauma — pahit tapi jujur.
17. Past Lives (2023)
Nora (Greta Lee) pindah dari Korea ke Kanada. Bertahun kemudian ia bertemu lagi dengan cinta masa kecilnya Hae Sung (Teo Yoo).
Kenapa harus nonton:
Sunyi, romantis, dan penuh rasa “bagaimana jika”. Tentang takdir dan pilihan hidup.
18. We Live in Time (2024)
Almut (Florence Pugh) dan Tobias (Andrew Garfield) jatuh cinta. Tapi kanker datang. Cerita bergerak maju-mundur seperti ingatan manusia.
Kenapa harus nonton:
Romantis realistis tentang cinta dan kefanaan waktu.
19. Ne Zha 2 (2025)
Ne Zha, bocah iblis nakal, kembali menghadapi takdirnya bersama Ao Bing sang pangeran naga.
Kenapa harus nonton:
Animasi epik penuh aksi, humor, dan pesan keluarga.
20. Hot Summer Nights (2018)
Daniel (Timothée Chalamet) pindah ke Cape Cod dan terjerumus ke bisnis narkoba serta cinta terlarang.
Kenapa harus nonton:
Enerjik, liar, dan penuh nostalgia remaja 90-an.
21. If I Had Legs I’d Kick You (2025)
Film A24 ini menceritakan Linda, seorang ibu dan terapis, perlahan runtuh mental saat merawat anak sakit dan rumahnya ikut “retak”.
Kenapa harus nonton:
Potret mentah tentang beban ibu dan tekanan mental yang jarang dibahas sejujur ini.
Saat Film A24 Bukan Sekadar Hiburan
Film A24 bukan tontonan santai untuk mengisi waktu kosong. Mereka adalah pengalaman — kadang indah, kadang melelahkan, kadang menghantui. Tapi justru di situlah magisnya.
Dari sudut pandang Lemo Blue, film A24 adalah pengingat bahwa sinema masih bisa berani, jujur, dan penuh jiwa. Kalau kamu mencari film yang terasa, bukan sekadar terlihat — daftar di atas adalah pintu masuk terbaik ke semesta A24. Temukan ulasan film lainnya atau rekomendasi tonton weekend mu juga di Lemo Blue!

