Di tengah ramainya perbincangan soal buku Broken Strings karya Aurélie Moeremans, tentang child grooming dan manipulasi yang masih sering luput disadari. Lemo Blue (Juno) melihat isu ini bukan sekadar cerita personal, tapi juga alarm penting.
Memoar ini membuka luka lama sekaligus keberanian Aurélie dalam membagikan pengalaman nyata sebagai korban—tentang bagaimana relasi yang tampak “biasa” bisa berubah menjadi jerat psikologis yang merusak.
Lewat pembahasan ini, Lemo Blue nggak cuma ingin ikut meramaikan topik, tapi juga mengajak kamu membangun awareness dengan cara yang lebih dekat dan reflektif.
Salah satunya melalui rekomendasi film yang bisa dijadikan bahan pembelajaran: untuk mengenali pola grooming, memahami dampaknya, dan belajar bersikap lebih waspada—baik untuk diri sendiri maupun orang-orang di sekitar kita.
Table of Contents
Film & Series yang Mengangkat Isu Child Grooming

Oiya, penting untuk memahami bahwa child grooming dan pedofilia bukanlah istilah yang bisa disamakan, meski keduanya sering muncul bersamaan dalam kasus kekerasan terhadap anak.
Pedofilia merujuk pada ketertarikan seksual yang menetap terhadap anak-anak yang belum puber.
Sementara child grooming adalah rangkaian perilaku dan strategi manipulatif yang digunakan pelaku untuk mendekati, membangun kepercayaan, dan mengontrol korban sebelum eksploitasi terjadi.
Dengan kata lain, pedofilia lebih berbicara soal ketertarikan, sedangkan grooming adalah proses dan tindakan. Ini daftar film dan seriesnya:
1. The Tale (2018)
Film bertema child grooming ini mengikuti Jennifer Fox versi dewasa yang perlahan menyusun ulang ingatan masa kecilnya. Saat berusia 13 tahun, ia merasa memiliki hubungan “romantis” dengan pelatih larinya yang berusia 40 tahun.
Namun seiring waktu, perspektif dewasa Jennifer membongkar bahwa hubungan itu adalah bentuk grooming dan manipulasi, lengkap dengan trauma fisik dan psikologis yang dulu ia anggap normal.
2. Trust (2010)
Trust menyoroti bahaya online grooming. Annie, remaja 14 tahun, bertemu seseorang bernama “Charlie” di internet yang ia kira sebaya.
Nyatanya, Charlie adalah pria dewasa yang memanipulasi Annie secara emosional hingga berujung pada kekerasan seksual. Film ini jadi pengingat keras bahwa ancaman bisa datang dari layar yang terlihat aman.
3. Girl in the Basement (2021)
Terinspirasi dari kisah nyata Elisabeth Fritzl, film ini menunjukkan bahwa pelaku grooming bisa berasal dari lingkaran terdekat, bahkan keluarga sendiri.
Sara dikurung ayahnya di ruang bawah tanah selama puluhan tahun, sementara sang ayah memanipulasi keluarganya agar percaya Sara kabur dari rumah. Di sini, grooming adalah kontrol total yang berlangsung lama dan sistematis.
4. Abducted in Plain Sight (2017)
Dokumenter ini mungkin salah satu yang paling mengganggu secara psikologis. Ia menunjukkan bagaimana seorang predator bisa memanipulasi bukan hanya korban, tapi seluruh keluarga.
Robert Berchtold berhasil mencuci otak anak 12 tahun dan orang tuanya lewat kebohongan ekstrem, membuktikan bahwa grooming tak selalu melibatkan kekerasan fisik sejak awal.
5. Lolita (1997)
Adaptasi novel kontroversial ini menggambarkan manipulasi yang direncanakan dengan rapi. Humbert, seorang pria dewasa, menikahi seorang ibu tunggal hanya untuk mendekati putrinya, Dolores.
Film ini menyoroti bagaimana grooming bisa dikamuflasekan sebagai cinta, perhatian, dan “hubungan spesial”.
Dokumenter & Docudrama yang Menggali Dampak Nyata Child Grooming

Banyak dari film dan series dokumenter ini mengandung konten sensitif dan memicu trauma, jadi trigger warning sangat dianjurkan.
Tapi di saat yang sama, karya-karya ini penting sebagai alat belajar: membantu kita memahami bahwa grooming adalah proses manipulasi yang sering dimulai dari hal-hal kecil yang terlihat “normal”.
6. Groomed (2021)
Dokumenter personal dari Gwen van de Pas yang kembali ke masa lalunya untuk memahami proses grooming yang ia alami. Film ini dilengkapi wawancara penyintas lain, psikolog, bahkan mantan pelaku, sehingga membuka pola-pola manipulasi yang sering luput disadari.
7. Capturing the Friedmans (2003)
Potret mentah sebuah keluarga yang hancur akibat tuduhan pelecehan seksual. Lewat arsip video rumahan dan wawancara, film ini menunjukkan dampak panjang dari kasus grooming dan pelecehan terhadap korban maupun orang-orang di sekitarnya.
8. The Betrayed Girls (2017) / Three Girls
Dokumenter dan versi docudrama ini mengangkat skandal eksploitasi seksual anak di Rochdale, Inggris. Ceritanya menyoroti bukan hanya pelaku, tapi juga kegagalan sistem yang membiarkan grooming berlangsung bertahun-tahun.
9. Mysterious Skin (2004)
Film ini mengeksplorasi dampak jangka panjang pelecehan seksual pada dua anak laki-laki dengan respons trauma yang sangat berbeda. Bukan soal kejadian itu sendiri, tapi bagaimana grooming membentuk identitas dan kehidupan korban hingga dewasa.
10. Abducted by My Teacher: The Elizabeth Thomas Story (2023)
Diangkat dari kisah nyata, film ini memperlihatkan bagaimana seorang guru bisa memanfaatkan posisi kepercayaan untuk melakukan grooming terhadap muridnya, sebelum akhirnya menculik sang korban.
Film sebagai Alarm Dini soal Child Grooming

Deretan film dan dokumenter di atas menunjukkan bahwa child grooming adalah realitas yang bisa terjadi di mana saja—di rumah, sekolah, lingkungan pertemanan, hingga ruang digital.
Lewat sudut pandang korban dan kisah nyata yang diangkat ke layar, film-film ini berperan sebagai alarm dini: membantu kita mengenali pola manipulasi, memahami dampak jangka panjangnya, dan menumbuhkan empati sekaligus kewaspadaan.
Lewat pembahasan ini, Lemo Blue berharap kamu bisa melihat isu child grooming dengan kacamata yang lebih jernih dan kritis.
Kalau kamu ingin terus mengeksplorasi berita film dan series lain yang relevan, bermakna, dan membuka perspektif baru, jangan ragu untuk lanjut menjelajah artikel-artikel pilihan di Lemo Blue—karena setiap tontonan punya cerita, dan setiap cerita layak dipahami.

