The Winner Takes It All adalah lagu legendaris dari ABBA yang dirilis pada 21 Juli 1980, dan langsung terasa begitu personal bagi siapa pun yang pernah merasakan pahitnya cinta berakhir.
Lagu ini bukan sekadar hit besar yang menempati posisi #8 di Billboard Hot 100 atau #2 di Swedia, tapi juga kisah emosional yang dibawakan Agnetha Fältskog dengan vokal yang begitu jujur hingga terasa “acting a part” sambil menahan perasaan nyata.
Direkam di Polar Music Studios, setiap lapisan suara menghadirkan kedalaman emosi yang bikin kita seolah ikut menonton drama patah hati ini, membuatnya tetap relevan untuk kita yang masih belajar menerima kalah dalam cinta.
Table of Contents
Dari Sudut Pandang Lemo Blue, Makna Lagu The Winner Takes It All ABBA Tentang…
… putus cinta yang pahit banget, di mana satu pihak “menang” dengan pergi, sementara yang lain ditinggalkan untuk menghadapi kesedihan dan kekecewaan.
Lagu ini memakai metafora permainan, kartu, dan keputusan hakim untuk menggambarkan hubungan yang habis strategi dan tak ada lagi cara untuk memperbaiki.
Secara sederhana, arti lagu the winner takes it all adalah refleksi tentang patah hati, kehilangan, dan belajar menerima kekalahan emosional, bukan sekadar tentang siapa yang benar atau salah.

1. Cinta sebagai Permainan
Lirik the winner takes it all menggunakan metafora permainan untuk menggambarkan hubungan yang habis strategi. “Played all my cards” menunjukkan bahwa semua usaha sudah dikeluarkan, tak ada langkah lagi.
Chorus menegaskan siapa yang benar-benar menang dan siapa yang tersisa kecil—zero-sum game dalam cinta. Dari sudut pandang Lemo Blue, metafora ini pahit tapi nyata, karena terkadang putus cinta memang terasa seperti kompetisi yang tidak adil.
2. Ilusi Keamanan
Kadang kita merasa aman, padahal semua bisa runtuh. Di bait kedua, lirik menceritakan rasa aman palsu: membangun “fence” dan rumah seolah melindungi hubungan dari dunia luar.
Namun, menyebut diri sebagai “fool playing by the rules” menunjukkan bahwa mengikuti aturan cinta tidak menjamin kebahagiaan. Makna lagu the winner takes it all di sini mengingatkan kita bahwa rasa aman dalam cinta bisa jadi ilusi yang rapuh.
3. Takdir & Ketidakberdayaan
Lagu ini juga bicara soal hal-hal yang memang di luar kendali kita. Ada nuansa fatalisme di lagu ini. “The gods may throw a dice” menggambarkan cinta sebagai permainan yang dipengaruhi oleh chance yang dingin, bukan logika.
“The judges will decide” menegaskan keputusan sepihak yang harus diterima. Dari perspektif Lemo Blue, momen ini bikin patah hati terasa seperti vonis, bukan hasil diskusi. Arti lagu the winner takes it all semakin jelas: kita sering tak punya kontrol atas akhir hubungan.
4. Cemburu Sunyi & Penerimaan
Setelah semua drama, tersisa rasa yang sulit diungkap. Lirik menyinggung pertanyaan pedih tentang “apakah dia mencium seperti aku dulu?” Rasa cemburu dan rindu hadir tapi harus disembunyikan.
Meskipun demikian, ada penerimaan yang perlahan muncul: “rules must be obeyed”. Makna lagu di sini mengajarkan bahwa menerima kalah bukan berarti menghilangkan rasa sakit, tapi justru bentuk kedewasaan emosional.
5. Adegan Terakhir / Bridge
Penutup lagu menampilkan pertemuan terakhir yang penuh ketegangan tapi elegan. Jabat tangan terakhir dengan mantan menjadi simbol closure yang pahit tapi tenang. Kontras antara orang yang sudah move on dan yang masih terluka terlihat jelas.
Dari sudut pandang Lemo Blue, momen ini mengajarkan tentang kehilangan yang elegan—arti lagunya makin terasa bukan sekadar perpisahan doang, tapi pembelajaran tentang bagaimana berdiri kembali setelah hati hancur.
Baca Juga, Yah! ‘Please please please let me get what i want’ The Smiths: Kali Ini Aja, Tuhan!
Pesan dari Lagu The Winner Takes It All

Lagu ini mengajarkan kita bahwa cinta tidak selalu adil, dan kadang kalah bukan soal salah atau benar. The winner takes it all menggambarkan perpisahan sebagai permainan zero-sum.
Semua emosi dan “kemenangan” jatuh ke orang yang pergi, sementara yang ditinggalkan hanya menonton dari bayang-bayang.
Bisa dibayangkan seperti grand finale sebuah pertunjukan: satu aktor membungkuk di spotlight, sementara yang lain hanya menonton dari sayap panggung, menyadari skrip telah berakhir dan hatinya tak lagi punya peran.
Jadi, pesannya adalah: belajar menerima kekalahan dan terus berdiri meski rasa sakit tetap ada.
Belajar dari “The Winner Takes It All”

Lagu the winner takes it all mengingatkan kita bahwa cinta tidak selalu adil dan terkadang kalah adalah bagian dari perjalanan. Semua emosi terkumpul pada yang pergi, sementara yang ditinggalkan hanya belajar menerima dan melanjutkan hidup.
Dari sini, arti lagu arti lagu the winner takes it all terasa jelas: bukan tentang siapa menang atau kalah, tapi tentang keberanian menghadapi kehilangan dan tetap berdiri meski hati terluka.
Buat Lemolist, makna lagu ini jadi pengingat emosional yang kuat—sebuah refleksi patah hati yang elegan tapi nyata. Jangan berhenti di sini, eksplor lebih banyak cerita dan insight tentang musik favoritmu di Lemo Blue, biar setiap nada punya makna lebih dalam.

