Selfish akan ngebawa kamu masuk ke dunia emosional Madison Beer, kamu bakal ngerasain langsung vibe gelap-manis yang cuma bisa lahir dari cinta yang bikin capek.
Lagu ini rilis 14 Februari 2020, bertepatan sama Valentine’s Day, tapi paradoksnya justru nyeritain hubungan on-off Madison dengan Zack Bia yang udah penuh retakan sejak 2018.
Dari balik suara Pop sampai Dark Pop-nya, kamu bisa ngerasain gimana seorang cewek akhirnya berhenti nyelametin orang yang nggak pernah mau nyelametin dirinya sendiri.
Table of Contents
Dari Sudut Pandang Lemo Blue, Makna Lagu Selfish Madison Beer Tentang…
…seseorang yang akhirnya sadar kalau hubungan yang dijalaninya selama ini cuma bikin capek karena pasangannya terlalu mementingkan diri sendiri.
Lagu nyeritain perjuangan terus-menerus buat “memperbaiki” orang yang nggak mau berubah, rasa sepi yang ditutupi cinta, sampai akhirnya ia berhenti nyalahin diri sendiri dan memilih buat pergi.
Intinya, lagu ini tentang batasan, kelelahan emosional, dan momen ketika kamu akhirnya berani nyelametin diri sendiri dari hubungan yang nggak sehat.

“I don’t wanna break your thread…” – Upaya Ngesave Orang yang Tidak Mau Diselamatkan
Di bagian ini, lirik selfish nunjukin rasa lelah seseorang yang terus berusaha memperbaiki pasangan yang nggak pernah mau memperbaiki dirinya sendiri. Metafora “thread and needle” itu kerasa banget—seolah kamu terus menjahit sesuatu yang bolongnya nggak ada ujung.
“You’re too damn selfish” – Titik Kesadaran yang Telat Datang
Chorus-nya jadi momen sadar diri. Cinta ada, tapi akhirnya kamu ngerti kalau semua hancur karena satu hal: dia cuma mikirin dirinya. Perasaan itu tetap nempel meski seharusnya kamu udah pergi dari lama.
Kritik pada Karakter Si Mantan: Tidak Dewasa, Tidak Jujur, Tidak Kenal Diri Sendiri
Di verse, karakter si mantan kebuka habis. Dia nggak punya kendali atas hidupnya sendiri, sering lari dari masalah, dan lebih sibuk ngejar validasi di tempat-tempat yang dangkal. Hubungan jadi “lost cause” karena dia bahkan nggak bisa merapikan hidupnya sendiri.
Elemen Zodiac di Lirik: Gemini Sebagai Simbol Ketidakkonsistenan
LemoList pasti langsung notice saat kata Gemini muncul. Bukan soal horoscopenya, tapi simbol ketidaktegasan dan sisi ganda yang bikin hubungan makin goyah.
“I’m not responsible for your self-made obstacles” – Batasan Emosional yang Baru Terbentuk
Di bridge, ada garis tegas. Semua masalah yang dia ciptakan sendiri bukan lagi tanggung jawabmu. Ini momen ketika kamu akhirnya sadar kalau menyelamatkan orang yang nggak mau berubah cuma menghabiskan energi dan jati diri.
Luka yang Dibuat oleh Cinta yang Tidak Sehat (“Put my heart in the hospital”)
Kalimat ini keras, tapi jujur. Rasanya seperti hati kamu kena hantam terus sampai akhirnya tumbang. Bukan cuma patah hati—tapi kelelahan emosional yang dalam.
Baca Juga, Yah! ‘Chains of Love’ Charli XCX: Hubungan Toxic tapi Susah Putus
Kamu Nggak Wajib Memperbaiki Seseorang yang Tidak Mau Berubah!

Di sini, LemoList diajak untuk berhenti maksa diri jadi penyelamat. Kalau seseorang nggak mau hadapin masalahnya, kamu nggak bisa memikul bebannya terus-terusan. Madison ngasih contoh paling real: cinta doang nggak cukup kalau yang satu tetap fokus ke diri sendiri.
Lagu selfish jadi ruang penyembuhan—bukan buat balas dendam, tapi buat nutup bab yang harus ditutup.
Ini pengingat bahwa kamu punya hak untuk jaga diri, pasang batas, dan pergi saat hati kamu nggak dihargai. Lagu ini terasa kayak pelukan yang bilang, “kamu udah cukup berjuang, sekarang waktunya pulang ke dirimu sendiri,” LemoList.
Baca Juga, Yah! ‘quit’ LANY: Trust Issue Boleh, Berlebihan Jangan!
Saat Kamu Akhirnya Memilih Dirimu Sendiri

Pada akhirnya, lagu selfish nunjukin perjalanan emosional seseorang yang udah habis-habisan mencoba, tapi tetap disakiti oleh orang yang nggak mengenal dirinya sendiri.
Dari tiap potongan lirik selfish, kamu bisa lihat gimana keberanian muncul bukan dari tetap bertahan, tapi dari keputusan buat melepaskan hubungan yang cuma narik kamu ke bawah.
Di titik ini, Madison Beer ngajarin bahwa mencintai diri sendiri kadang harus dimulai dari berani bilang, “cukup.”
Dan kalau kamu ngerasa nyambung sama cerita ini, LemoList, mungkin ini saatnya kamu juga refleksi soal batasan dan prioritas hati.
Buat kamu yang suka ngulik kisah di balik musik dan mau terus update berita musik yang bisa bikin kamu ngerasa “oh, jadi gitu ya,” Lemo Blue selalu siap nemenin eksplorasi kamu berikutnya.

