quit jadi salah satu lagu LANY yang rasanya kayak ngomong langsung ke kamu—ke kita, LemoList—yang sering banget kepentok rasa takut, masa lalu, dan overthinking masa depan di dalam hubungan.
Dari awal lagu aja, suara volume MacBook itu kayak ngasih sinyal kalau kita baru aja “masuk” ke obrolan yang udah panas duluan.
Dirilis sebagai track ke-5 di album kinda (2016), quit lahir dari tangan Paul, Les, dan Jake yang ngeracik Pop–Dream Pop jadi cerita cinta yang kerasa nyata.
Lagu ini bukan cuma soal drama, tapi soal dua orang yang beda arah: satu mau hadir di momen ini, satu lagi terus kabur dari bayangan masa lalu dan ketakutan masa depan.
Table of Contents
Dari Sudut Pandang Lemo Blue, Makna Lagu quit LANY Tentang…
…dua orang dalam hubungan yang jalannya mulai goyah karena ketakutan dan overthinking. Satu pihak cuma ingin mereka fokus pada momen sekarang, menikmati apa yang lagi mereka punya, sementara pasangannya terus kebawa luka masa lalu dan cemas soal masa depan.
Intinya, lagu ini tentang usaha untuk mempertahankan hubungan dari kebiasaan “lari”—lari dari komitmen, dari rasa takut, dari kemungkinan disakiti lagi. Ia mencoba ngeyakinin, “aku beda, aku di sini, jangan kabur dulu.”
Sederhananya, quit adalah cerita tentang seseorang yang nggak mau nyerah, bahkan ketika pasangannya hampir menyerah duluan.

1. Fokus ke Masa Kini vs Overthinking Masa Depan
Di lagu quit, kamu langsung diajak masuk ke momen ketika satu orang pengin hubungan ini jalan pelan-pelan, sementara pasangannya sibuk tenggelam dalam “seribu pertanyaan” soal masa depan.
Liriknya nunjukin betapa capeknya narator ngejelasin hal-hal yang bahkan dia sendiri belum tahu arahnya.
Dia cuma pengin momen itu tetap utuh—hang seharian, joget semalaman, atau sekadar hadir bareng tanpa ribut soal minggu depan bakal seperti apa.
Ajakan “I’m here right now, just be here right now with me” terdengar kayak usaha terakhir buat narik pasangannya kembali ke realitas.
2. Luka Masa Lalu yang Masih Kebawa

Masuk ke verse berikutnya, cerita lirik quit berubah arah. Kali ini, bayang-bayang mantan mulai nongol.
Pasangannya masih dibebani pengalaman buruk sebelumnya, dan narator mulai kelelahan dengerin kisah tentang orang-orang yang dulu nyakitin.
Dia mencoba ngasih batas: yang dulu ya biarin di belakang, karena dia bukan mereka, dan hubungan ini butuh ruang baru buat bernapas.
Ada rasa frustasi, tapi juga usaha lembut buat bilang, “ayo lanjut, kamu udah nggak di tempat yang sama.”
3. Ancaman “Quit”: Bukan Tentang Pergi, Tapi Takut Disakiti Lagi
Ketika chorus meledak, nada lagu quit berubah jadi lebih tegas. Narator sadar pasangan ini bukan benar-benar mau pergi; dia cuma lari karena ketakutan yang belum selesai.
Lirik “quit running away, you’re running out of room” kedengerannya kayak alarm self-sabotage—semakin kamu kabur, semakin sempit ruang buat hubungan ini bertahan.
Di titik ini, ia pasang badan, bilang kalau dia nggak bakal ngebiarin semuanya hancur begitu saja. Ada keyakinan kalau sebenarnya hati mereka tetap milih tinggal, cuma otaknya masih takut.
Baca Juga, Yah! ‘Walk Away’ LANY: Hubungan ini Nggak Gagal, Akunya Aja yang Bego
Belajar Hadir Tanpa Takut dari Lagu quit

Lagu quit ngingetin kamu kalau hubungan yang sehat butuh keberanian buat berhenti lari dari hal-hal yang sebenarnya kamu mau.
Naratornya ngajarin kalau masa lalu bukan lagi tempat tinggal, dan masa depan nggak perlu dipaksa ditebak.
Yang paling penting justru hadir bareng, sekarang, di momen yang sering kita lewatkan karena sibuk takut. Cerita ini sederhana, tapi ngena—apalagi buat kamu yang pernah kehilangan sesuatu hanya karena terlalu sibuk menebak apa yang belum tentu terjadi.
Buat LemoList yang masih penasaran sama cara musisi lain ngemas emosi kayak gini, kamu bisa terus eksplor berbagai berita musik dan cerita di balik lagu-lagu lain bareng Lemo Blue. Siapa tahu, ada satu lagi lagu yang tiba-tiba “nyentuh” kamu dengan cara yang sama.

