Varang adalah villain dan seorang pemimpin Mangkwan Clan alias Ash People di Avatar: Fire and Ash, yang diperankan oleh Oona Chaplin—cucu dari Charlie Chaplin dan pemeran Talisa Maegyr di Game of Thrones.
Tapi jangan salah, Ia bukan sekadar jahat. Oona Chaplin menekankan bahwa dia karakter “sangat manusiawi”, terdorong trauma, keterpisahan, dan prinsip kuat demi kaumnya.
Dalam cerita ini, kita bakal telusuri sisi gelap dan kompleks Varang, bukan cuma dari tindakannya, tapi dari luka mendalam yang membentuknya menjadi sosok yang menakutkan sekaligus tragis.
Table of Contents
Dari Sudut Pandang Lemo Blue, Varang Jadi Jahat Karena Ini!

Sebelum kita kenal lebih jauh siapa Varang di Avatar, penting tahu dulu latar belakang Ash People dan tragedi yang membentuknya. Trauma mereka jadi fondasi kekejaman Varang, sekaligus alasan dia bertindak ekstrem demi kaumnya.
1. Bencana yang Mengubah Segalanya
Mangkwan Clan dulunya tinggal dekat Hometree raksasa. Semua berubah ketika gunung berapi meletus, menghancurkan desa dan mengubahnya jadi hamparan abu. Banyak yang meninggal tragis, bahkan terbakar hidup-hidup.
James Cameron menekankan desain budaya dan kota Ash People terinspirasi dari tempat-tempat nyata yang hancur karena abu vulkanik, mirip Pompeii. Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam yang membentuk cara ia melihat dunia.
2. Pengkhianatan Spiritual oleh Eywa
Setelah bencana, Mangkwan memohon bantuan Eywa, roh panduan Pandora. Tapi pertolongan tak kunjung datang.
Hilangnya iman memunculkan kebencian terhadap Eywa dan alam, membuat mereka menolak keyakinan yang dipegang Na’vi lain. Rasa ditinggalkan ini jadi inti dari dendam dan sikap agresif.
3. Ideologi Baru yang Kelam
Trauma mengubah pandangan mereka. Mangkwan Clan mengidolakan api sebagai simbol murni dan kekuatan.
Mereka sengaja menebang pohon untuk menantang Eywa, sekaligus memanfaatkan senjata manusia dari RDA demi bertahan hidup. Ia memimpin clan dengan filosofi ini, menegaskan bahwa bertahan hidup kadang harus lewat jalan yang brutal dan tak kenal kompromi.
Analisis Karakter Varang Lebih Dalam

Sekarang, kita masuk ke sisi psikologis siapa Varang di Avatar. Kekejamannya bukan lahir begitu saja. Semua tindakan destruktif Varang berakar dari trauma mendalam Mangkwan Clan, yang membentuk cara dia memimpin dan bertahan.
1. Kekejaman sebagai Manifestasi Duka dan Disconnection
Varang bukan villain biasa. Itu semua terdorong trauma, keterpisahan, dan prinsip kuat demi kaumnya. Kekerasan yang dia lakukan muncul karena duka yang tak sembuh dan kehilangan koneksi dengan alam.
Dalam lingkungan ekstrem, empati jadi lemah, dan destruksi jadi strategi bertahan hidup. Ia bahkan rela melakukan apa saja untuk menjaga clan-nya, meski tampak kejam bagi orang lain.
2. Perang Melawan Sistem Kepercayaan (Eywa)
Mangkwan Clan merasa dikhianati Eywa saat bencana menghancurkan desa mereka. Ia menyalurkan sakit hati itu dengan menentang pengikut Eywa dan memanfaatkan senjata RDA.
Ini bukan soal balas dendam kosong, tapi cara dia memulihkan kendali atas nasib clan-nya. Menentang otoritas yang gagal jadi bentuk pemberdayaan setelah rasa ditinggalkan mendalam.
3. Antagonis sebagai Pahlawan bagi Kaumnya
Meski brutal, Ia adalah “hero bagi rakyatnya.” Motivasinya melindungi Mangkwan Clan setelah apokalips, bukan sadisme semata. James Cameron ingin Varang menunjukkan moral di Pandora tidak hitam-putih.
Bahkan Na’vi bisa punya sisi gelap, dan kemarahan yang sama manusiawi seperti di dunia nyata. Varang menegaskan bahwa villain bisa juga menjadi pahlawan dalam ceritanya sendiri.
Varang, Villain yang Sebenarnya Manusiawi

Varang menunjukkan bahwa di balik sosok antagonis bisa tersimpan trauma dan motivasi yang manusiawi. Kekejamannya bukan karena jahat lahiriah, tapi hasil dari kehilangan, pengkhianatan spiritual, dan tanggung jawab besar terhadap Mangkwan Clan.
Cerita karakter ini mengajarkan kita melihat karakter film lebih dalam, memahami konteks di balik tindakan mereka, dan menghargai kompleksitas moral dalam dunia Avatar.
Karakter ini juga membuka perspektif baru tentang bagaimana konflik dan kemarahan bisa lahir dari luka mendalam. LemoList, kalau kamu penasaran dengan karakter film lain dan kisah menarik di balik layar, jangan ragu eksplor lebih banyak berita film dan series terbaru di Lemo Blue.
Setiap cerita punya sisi yang bisa bikin kita terkesima dan mikir ulang tentang pahlawan dan villain, karena nggak ada orang jahat, mereka hanya dibentuk oleh sistem. Menurut kalian gimana?

