The Hills selalu punya cara sendiri buat narik kamu masuk ke atmosfer gelapnya. Dari ketukan pertama, lagu ini udah berasa kayak pembuka pintu menuju kisah affair yang pelan-pelan tenggelam, penuh rahasia, dan sama-sama salah.
Dalam The Hills, Abel cerita tentang hubungan yang nggak pernah benar-benar hidup di terang—mulai dari kode “business on the low-low” sampai pengakuan bahwa mereka berdua punya andil dalam kekacauan itu.
Fun fact, lagu yang awalnya dijuluki “Mood Music” ini bahkan sampai punya 67 versi sebelum rilis resmi. Dan justru dari kekacauan itulah, lahir sebuah track yang sekarang jadi salah satu ikon gelapnya The Weeknd.
Table of Contents
Dari Sudut Pandang Lemo Blue, Makna Lagu The Hills The Weeknd (Abel) Tentang…
… sebuah affair yang gelap, rahasia, dan sama-sama salah. The Weeknd menggambarkan hubungan yang cuma terjadi di malam hari, didorong oleh hasrat, pelarian, dan kondisi emosional yang rusak.
Tidak ada cinta, tidak ada komitmen—hanya dua orang yang saling memakai untuk mengisi kekosongan masing-masing.

1. Hubungan yang Dibangun di Kegelapan
Kamu langsung diajak masuk ke dunia rahasia tempat hubungan ini bersembunyi. Sang wanita punya pasangan yang lagi “doin’ promo”, sementara dia meminta si penyanyi buat “keep our business on the low-low”.
Hubungan ini beroperasi di jam-jam yang nggak akan tersorot siapa pun, dan meski coba ditutup rapat, teman-temannya tetap tahu. Lirik The Hills menunjukkan kalau dua-duanya sama-sama sadar sedang bermain api, tapi tetap maju.
2. Tidak Ada Cinta, Hanya Kebutuhan Sesaat
Sebelum lanjut ke kekacauan berikutnya, bagian chorus jadi pintu yang jelas banget memperlihatkan batas hubungan ini.
“I only call you when it’s half past five” jadi kode kalau interaksi mereka cuma ada di waktu-waktu paling gelap.
Si penyanyi menegaskan kedekatan mereka ada di fisik — “I only love it when you touch me, not feel me.” Bahkan dia baru merasa “jadi dirinya sendiri” saat mabuk, memperlihatkan kalau hubungan ini terasa nyata hanya saat kewarasan ikut goyah.
3. Hedonisme Abel: Hidup di Pinggir Kewarasan
Setelah itu, kamu dibawa masuk ke sisi paling lepas kendali dari kisah ini. Ada pengakuan bahwa dia berhubungan dengan dua orang lain sebelum bertemu wanita ini.
Wanita tersebut mencoba menariknya menjauh dari jalan buruk, tapi ia menolak dengan santai. Drugs terasa seperti ‘decaf’, katanya, menegaskan kalau dia hidup tanpa rem dan tanpa niat berhenti.
4. Penghakiman, Rasa Bersalah, dan Kemunafikan
Terakhir, bagian bridge menutup semuanya dengan nuansa paranoia. “Hills have eyes” memberi gambaran kalau mereka selalu merasa diawasi—entah oleh lingkungan, publik, atau rasa bersalah sendiri.
Saat wanita itu mencoba menghakimi, dia membalas dengan “Who are you to judge?” sembari mengingatkannya untuk menyembunyikan kebohongannya juga.
Kisah ini bukan tentang siapa yang salah; ini tentang dua orang yang tahu mereka sama-sama tenggelam, tapi tetap memilih terpeleset lebih dalam.
Baca Juga, Yah! ‘I Can Do It With a Broken Heart’ Taylor Swift: Untukmu yang Sering Sok Kuat!
Makna Lagu “The Hills” yang Lebih Dalam (Dan Gelap)

Atmosfer kelam yang selalu melingkupi lagu The Hills. Dari sini, kita bisa lihat gimana Abel sebenarnya lagi “ngobrol” dengan sisi dirinya yang mungkin selama ini dia hindari.
Lagu Tentang Diri yang Paling Buruk?
Pada bagian ini, lirik The Hills terasa seperti Abel lagi ketemu versi dirinya yang paling hancur. Dia sadar sedang berada di titik gelap, tapi alih-alih lari, dia memilih menghadapi bayangan itu secara blak-blakan.
Ceritanya bukan soal menyesal, tapi soal mengakui bahwa sisi paling rapuh dan destruktif itu nyata—dan memengaruhi cara dia mencintai, berhubungan, bahkan melihat dirinya sendiri.
Hubungan Tanpa Arah, Tapi Tetap Dijalani
Sebelum masuk ke layer berikutnya, hubungan rahasia yang diceritakan di lagu ini jelas berputar tanpa tujuan.
Mereka sama-sama tahu apa yang mereka jalani itu nggak sehat, tapi tetap balik lagi satu sama lain. Lirik The Hills membingkai relasi mereka sebagai tempat pelarian—bukan karena cinta, tapi karena sama-sama punya luka yang beresonansi.
Kritik Halus ke Lingkaran Glamour Hollywood (?)
Lalu, kamu akan melihat konteks yang lebih dalam. “The hills” bukan hanya lokasi fisik, tapi simbol tempat para selebriti hidup dengan sorotan, penilaian, dan kemunafikan.
Melalui lagu The Hills, Abel ngasih kode bahwa hidup di puncak glamor sering kali membuat seseorang tenggelam dalam tekanan dan kebohongan, sampai pada akhirnya hubungan gelap seperti ini terasa jauh lebih jujur dibanding façade yang mereka tampilkan di depan publik.
Kenapa “The Hills” Tetap Menghantui Pendengar

Pada akhirnya, lagu The Hills adalah cermin dari hubungan yang berjalan tanpa arah—gelap, impulsif, dan digerakkan oleh kebutuhan yang nggak pernah benar-benar terjawab.
Lirik The Hills mengungkap bagaimana dua orang yang sama-sama salah tetap memilih bertahan dalam lingkaran rahasia, kebohongan, dan pelarian diri.
Di sinilah kekuatan lagunya: ia terasa jujur, kasar, dan tidak berusaha menutupi sisi manusia yang sering orang sembunyikan.
Sebagai penutup, kalau kamu merasa tertarik dengan cara lagu ini membongkar sisi gelap hubungan dan identitas, LemoList bisa banget lanjut eksplor berita musik lainnya di Lemo Blue.

