All About Eve adalah film legendaris tahun 1950 yang ditulis dan disutradarai oleh Joseph L. Mankiewicz. Dari pertama kali tayang, film ini langsung bikin geger Hollywood dengan drama tajam, twist psikologis, dan dialog cerdas yang bikin penonton betah nonton sampai akhir.
Ceritanya terinspirasi dari cerita pendek The Wisdom of Eve karya Mary Orr, tapi Mankiewicz menambahkan kedalaman psikologis dan kompleksitas karakter Margo Channing.
Film berdurasi 138 menit ini berhasil mencetak sejarah Oscar dengan 14 nominasi dan 6 kemenangan, termasuk Best Picture. Di balik layar, Bette Davis jatuh cinta sama Gary Merrill, dan kutipan ikonik “Fasten your seatbelts. It’s going to be a bumpy night” masih dikenang sampai sekarang.
Table of Contents
Sinopsis All About Eve

All About Eve nggak memiliki cerita lurus-lurus aja; film ini mulai dari ajang penghargaan bergengsi, lalu balik ke masa lalu untuk ngebuka bagaimana Eve Harrington bisa mencapai puncak kariernya.
Eve Harrington (Anne Baxter) muncul sebagai bintang muda yang menerima Sarah Siddons Trophy. Tapi, semua orang tahu kesuksesannya nggak instan. Flashback menceritakan Eve sebagai penggemar setia Margo Channing (Bette Davis), diva Broadway yang mulai menua.
Margo diperkenalkan ke Eve lewat temannya, Karen Richards (Celeste Holm). Terpesona dengan kisah hidup Eve yang seolah sederhana dan penuh perjuangan, Margo mempekerjakannya sebagai asisten pribadi.
Seiring waktu, topeng Eve mulai pecah. Ternyata, dia seorang opportunist licik yang siap melakukan apa saja untuk naik ke puncak.
Eve diam-diam jadi understudy Margo, dan saat Margo absen, dia tampil memukau penonton. Dia juga pandai memainkan media dan kritik, terutama Addison DeWitt (George Sanders), untuk membangun citranya sambil merongrong Margo secara halus.
Margo mulai merasa terancam, takut kehilangan posisi dan pesonanya. Eve nggak berhenti: dia mencoba mendekati pacar Margo, Bill Sampson (Gary Merrill), bahkan memaksa Karen Richards untuk menekan suaminya, playwright Lloyd Richards (Hugh Marlowe), agar memberi peran di drama barunya.
Ambisi Eve akhirnya memuncak saat DeWitt menegur dan mengungkap semua kebohongannya, termasuk kisah latar belakang palsu. DeWitt menegaskan bahwa Eve nggak lagi tak terkalahkan—sekarang dia “milik” DeWitt.
Baca Juga, Yah! Kesimpulan Cool Hand Luke (1967): Perjuangan Anti-Hero yang Tak Terkalahkan
Penjelasan Ending All About Eve

Sekarang, kita masuk ke bagian yang bikin film ini jadi klasik abadi. Ending All About Eve bukan cuma soal kemenangan—tapi juga refleksi pahit tentang harga ambisi.
Eve di Puncak Karier
Eve Harrington akhirnya berada di puncak dunia teater, menerima Sarah Siddons Award yang diidam-idamkan. Tapi kemenangan ini terasa hampa.
Meski semua orang mengagumi bakatnya, mereka juga sadar sifat manipulatif Eve. Kesuksesan datang dengan rasa lelah, kesepian, dan kekosongan emosional yang jelas terlihat.
Kehadiran Phoebe
Saat Eve pulang ke apartemennya, ia bertemu Phoebe (Barbara Bates), penggemar muda yang meniru semua sikap Eve dulu: polos, penuh kekaguman, dan siap membantu.
Tanpa sadar, Phoebe mulai mengenakan jubah glamor Eve, mengambil alih statuette, dan berdiri di depan triple mirror. Efek cermin itu menciptakan ilusi tak berujung, simbol siklus ambisi, manipulasi, dan pengkhianatan yang terus berulang.
Ending ini mengingatkan bahwa dunia teater selalu mencari bintang muda berikutnya, dan Eve pun kini bisa digantikan siapa saja yang cukup licik.
Baca Juga, Yah! Kesimpulan The Good, the Bad and the Ugly (1966): Film Legendaris Wajib Tonton
Daftar Pemain All About Eve

Kalau kamu penasaran siapa saja yang membawa karakter-karakter ikonik di All About Eve ke layar, ini dia, LemoList:
- Bette Davis sebagai Margo Channing
- Anne Baxter sebagai Eve Harrington
- George Sanders sebagai Addison DeWitt
- Celeste Holm sebagai Karen Richards
- Gary Merrill sebagai Bill Sampson
- Hugh Marlowe sebagai Lloyd Richards
- Thelma Ritter sebagai Birdie Coonan (atau Birdie)
- Marilyn Monroe sebagai Miss Caswell (atau Miss Casswell)
- Gregory Ratoff sebagai Max Fabian
- Barbara Bates sebagai Phoebe
- Walter Hampden sebagai Aged Actor
Sisi Gelap Dunia Hiburan
All About Eve tetap menjadi film legendaris yang menyoroti sisi gelap ambisi, manipulasi, dan persaingan di dunia teater.
Dari kisah Eve Harrington yang licik hingga Margo Channing yang penuh pesona, film ini menunjukkan bahwa di balik gemerlap panggung, selalu ada harga yang harus dibayar untuk kesuksesan dan ketenaran.
Endingnya yang simbolis dengan Phoebe menegaskan siklus ambisi yang tak pernah berhenti, membuat cerita ini relevan hingga kini.
Buat LemoList yang penasaran dengan drama, intrik, dan karakter ikonik Hollywood lainnya, jangan ragu eksplor lebih banyak berita film dan series terbaru di Lemo Blue. Siapa tahu, kamu bakal menemukan film klasik berikutnya yang wajib masuk watchlist kamu!

