Tee Yai: Born To Be Bad (Tee Yai Rerk Dao Jone) jadi awal yang pas banget buat kamu, yang lagi nyari tontonan penuh aksi, drama, dan napas kriminal khas Thailand.
Kamu akan diajak balik ke Bangkok era 1980-an—kota yang panas, ramai, dan jadi saksi perjalanan salah satu outlaw paling berbahaya di Thailand.
Film ini rilis di Netflix pada 13 November 2025, disutradarai Nonzee Nimibutr, dengan naskah dari Chanchana Homsap. Durasi 1 jam 50 menit ini bakal narik kamu masuk ke dunia kelam Tee Yai, sosok legendaris yang dulu dianggap sakti karena selalu lolos dari kejaran polisi.
Table of Contents
Sinopsis Tee Yai: Born To Be Bad

Film Tee Yai: Born To Be Bad atau Tee Yai Rerk Dao Jone mengikuti Tee Yai, buronan nomor satu Thailand yang bikin negara ramai sepanjang 1970–1980-an.
Warga sampai percaya dia memakai ilmu sihir karena selalu lolos dari polisi. Film ini mengambil sudut pandang berbeda, menegaskan bahwa kelihaiannya lahir dari loyalitas dan persahabatan, bukan dunia gaib.
Di balik nama besar Tee Yai, ada Rerk—sahabat masa kecil yang tenang dan rasional. Rerk jadi otak di balik trik dan pelarian mereka.
Banyak aksi mereka terlihat seperti sihir, padahal hasil dari ketelitian: membuka borgol dengan jarum kecil, menyuap informan, sampai mengakali bus agar polisi kehilangan jejak. Keduanya bergerak seperti satu jiwa, tapi arah hidup mulai berubah saat cinta masuk.
Rerk jatuh cinta pada Dao, pekerja seks yang memberi rasa tenang dalam hidupnya. Dari sini, niatnya berubah. Dia ingin pensiun dari dunia kriminal dan memulai hidup baru.
Tapi keputusan itu memicu rentetan malapetaka. Rerk membunuh Sam, pria yang menyiksa Dao. Setelah ditangkap dan disiksa polisi, Rerk memilih bekerja sama dengan Detektif Jakarat demi melindungi Dao yang tengah mengandung anaknya.
Untuk menangkap Tee Yai, polisi menyebarkan kabar palsu bahwa Rerk sudah tewas. Begitu Rerk kembali, dia meyakinkan Tee untuk melakukan satu perampokan terakhir di Thai Bank.
Yang Tee tidak tahu, Rerk diam-diam telah terlibat dalam jebakan yang dibangun Jakarat. Misi ini mengungkap persahabatan, pengkhianatan, cinta, dan pilihan moral yang mengguncang semua orang di sekitarnya.
Baca Juga, Yah! Everybody Loves Me When I’m Dead (2025): Duit Emang Bikin Lupa Diri
Penjelasan Ending Tee Yai: Born To Be Bad (Spoiler Berat)

Bagian ending Tee Yai: Born To Be Bad ini penuh luka, keputusan pahit, dan konsekuensi yang nggak bisa dihindari. Semua pilihan dari awal cerita akhirnya meledak di satu titik.
Aksi Terakhir – Penyergapan di Thai Bank
Climax film dimulai dari rencana perampokan terakhir. Tee Yai sudah curiga sejak awal karena Kid membawa Pae—teman baru yang kelihatan terlalu bersih. Kecurigaan itu tepat, karena Pae sebenarnya informan polisi.
Tee mengantisipasi jebakan, mengenakan rompi anti peluru, dan memindahkan lokasi aksi agar polisi terkecoh. Tembakan meledak di mana-mana, dan dalam kekacauan itu Tee dan Dao kena peluru. Rerk tetap setia, menarik mereka kabur secepat mungkin.
Momen Terberat – Permintaan Terakhir Tee untuk Rerk
Dalam pelarian, Rerk membawa Tee dan Dao ke Luang Por—orang bijak yang sering mereka datangi. Tee sadar hidupnya tinggal hitungan waktu.
Dia pasrah dengan karmanya dan minta Dao serta calon bayinya dijaga. Saat polisi semakin dekat, mereka melaju menuju blokade Jakarat.
Janji Jakarat untuk menangkap Tee hidup-hidup pecah begitu dia menembak leher Tee. Merasa tubuhnya menyerah, Tee memohon pada Rerk untuk menembaknya sendiri. Rerk yang hancur hati akhirnya memenuhi permintaan sahabatnya.
Ambisi Gelap Jakarat dan Manipulasinya
Begitu melihat Tee sudah tak bernyawa, Jakarat malah melampiaskan frustrasinya dengan menembaki tubuhnya lagi. Obsesinya untuk menangkap Tee hidup-hidup runtuh.
Dia sadar pengejaran ini sudah menyeretnya jauh dari moral yang dulu dia pegang. Ironisnya, kematian Tee justru membuatnya jadi legenda—hal yang Jakarat paling ingin cegah.
Nasib Rerk, Kid, dan Pae
Rerk dan Dao berencana pergi ke Nan demi hidup baru. Tapi di stasiun, Kid muncul, yakin Rerk mengkhianati Tee. Kid menembaknya tanpa ragu.
Sesaat kemudian Pae muncul dan menembak Kid, kemungkinan besar atas perintah Jakarat untuk menghapus seluruh jejak geng Tee Yai.
Namun begitu Pae tertangkap, Jakarat menghancurkan berkas identitasnya sebagai polisi, membiarkan Pae dipenjara seperti kriminal biasa. Semua ini demi menutupi permainan kotor yang sudah dia jalankan.
Masa Depan Dao & Simbolisme Adegan Akhir
Dao akhirnya pergi seorang diri setelah kehilangan dua orang yang paling mencintainya. Berkat bantuan Luang Por, ia selamat dari luka tembak dan menjaga bayi dalam kandungannya.
Dalam adegan terakhir, Dao seakan melihat Tee dan Rerk berlari bebas dari kereta. Entah itu mimpi atau kenangan, gambaran itu memberi isyarat bahwa kematian membawa mereka pada kebebasan yang tak pernah mereka dapatkan di dunia nyata.
Baca Juga, Yah! If I Had Legs I’d Kick You (2025): Dark Comedy yang Nggak Ada Lucu-lucunya (Tapi Kena Banget)
Review Tee Yai: Born To Be Bad – Worth It atau Skip?

Film ini mendapat respons yang campur aduk. Ada yang menyebutnya “oke, tapi nggak nendang maksimal.” Ada juga yang menilai kualitasnya solid. Secara umum, film ini terasa kuat secara lokal, tapi mungkin kurang menggigit bagi penonton internasional yang belum akrab dengan legenda Tee Yai.
Hal yang Bikin Worth It
Yang bikin film ini menarik adalah sudut pandang barunya. Cerita menggeser mitos soal ilmu sihir dan memperlihatkan bahwa kekuatan Tee Yai lahir dari persahabatan dan trik cerdas.
Akting Apo Nattawin sebagai Tee Yai terlihat total, menampilkan sosok kriminal yang sadar konsekuensi. Hubungannya dengan Rerk, yang diperankan Most Witsarut, terasa tulus dan jadi inti emosional film.
Aksi-aksinya seru, tampilan Bangkok era ’80-an dibuat detail, dan narasinya berani menyorot area abu-abu moral tanpa romantisasi kriminal.
Hal yang Kurang Nendang
Beberapa penonton merasa ceritanya tidak menawarkan gebrakan baru. Durasi hampir dua jam kadang terasa lebih panjang, terutama karena bagian emosional muncul terlambat.
Adegan melodrama kurang menggigit dan beberapa karakter, seperti Dao, terasa berfungsi sebagai penggerak plot saja. Ritme di bagian tengah juga sempat goyah, bikin tensi naik turun.
Kalau Menurut Lemo Blue Sih…
Kalau kamu suka film kriminal dengan atmosfer kuat, karakter kompleks, dan dunia yang dibangun rapi, Tee Yai: Born To Be Bad tetap layak ditonton. Kamu mungkin perlu sabar menghadapi pacing-nya, tapi akting, produksi, dan tema moral yang gelap membuat pengalaman nontonnya tetap terasa berharga.
Daftar Pemain Tee Yai: Born To Be Bad
Ayo lihat siapa saja yang menghidupkan dunia Tee Yai: Born To Be Bad (Tee Yai Rerk Dao Jone) lewat karakter-karakter yang penuh tensi dan energi khas era 80-an.
Para Pemeran Utama
Deretan aktor berikut jadi tulang punggung cerita dan bikin kisah kriminal legendaris ini makin hidup:
- Apo Nattawin Wattanagitiphat — berperan sebagai Tee Yai, sang outlaw paling dicari.
- Wisarut Himmarat — sebagai Rerk, rekan setia yang selalu ada di sisi Tee.
- Supassara Thanachat — memerankan Dao, sosok perempuan yang masuk ke pusaran konflik.
- Akarin Akaranitimaytharatt — tampil sebagai Jakarat, detektif yang tak pernah berhenti mengejar.
Pemeran Pendukung
Mereka ikut memperkuat atmosfer kriminal Bangkok era 80-an:
- Nont Sadanont Durongkavarojana
- Cris Horwang
- Bront Palarae
- Foei Patara Eksangkul
- Ongart Cheamcharoenpornkul
- Sumet Ong-Art
- Kittikun Chattongkum
Menutup Kisah Sang Legenda
Setelah mengikuti jejak buronan paling tersohor Thailand lewat Tee Yai: Born To Be Bad, kamu bisa melihat bagaimana hidup seseorang bisa berubah arah hanya karena satu keputusan keliru.
Ceritanya padat, emosinya terasa, dan konflik yang dibangun bikin perjalanan Tee Yai tetap membekas bahkan setelah kredit terakhir muncul.
Kisah nyata yang dibalut gaya sinematik era 80-an ini memberikan gambaran keras tentang konsekuensi, kesetiaan, dan kebebasan yang harus dibayar mahal.
Buat yang masih penasaran atau lagi nyari rekomendasi pilihan lain, kamu bisa lanjut jelajahi berbagai berita film dan pembahasan series terbaru di Lemo Blue. Yuk, eksplor terus biar kamu nggak ketinggalan update seru berikutnya.

