Makna Lagu TV Billie Eilish

‘TV’ Billie Eilish: Si Felling Lonely yang Pengen Keliatan Baik-Baik Aja

TV Billie Eilish semacam diary terbuka dari Billie yang jujur banget soal rasa sepi dan hilang arah. Lagu ini ditulis bareng sang kakak, Finneas O’Connell, dan rilis dadakan pada 21 Juli 2022 lewat proyek Guitar Songs

Nggak ada gebrakan besar, cuma suara gitar lembut dan vokal Billie yang seolah bisik ke telinga kamu. Simpel, tapi nyesek. 

Serunya lagi, versi studionya malah ngambil rekaman live pertama di Manchester — lengkap dengan suara penonton yang nyanyiin, “Maybe I’m the problem.” Rasanya kayak luka yang dibagi bareng dunia.

Makna Lagu TV Billie Eilish

TV Billie Eilish

Kalau kamu lagi ngerasa kosong atau capek banget sama dunia, lagu TV bisa jadi cermin perasaan itu. 

Billie Eilish menulisnya kayak curhat dari hati paling dalam, tentang sepi, kehilangan arah, dan rasa disconnect dari semuanya. Judulnya sendiri, “TV”, jadi simbol dari kebiasaan manusia modern: menatap layar biar nggak perlu menatap kenyataan.

1. Pelarian dan Rasa Sendiri yang Nggak Disadari

Kalau kamu pernah ngerasa pengen “ngilang” dari segalanya, lagu TV kayak ngomong langsung ke kamu. Dari bait pembuka, Billie udah menunjukkan kelelahan emosional: “I don’t wanna talk right now / I just wanna watch TV.”

 Ia memilih menenggelamkan diri dalam hal-hal sepele ketimbang menghadapi kehilangan. Baris lain, “I’ll stay in the pool and drown / So I don’t have to watch you leave,” terdengar dramatis, tapi menggambarkan pilihan untuk mati rasa biar nggak terlalu sakit.

Lanjut ke bagian berikutnya, Billie seperti memperlihatkan dirinya jadi penonton pasif hidup sendiri. Ia nyanyi, “I put on Survivor just to watch somebody suffer,” seolah mencari pelarian dengan melihat penderitaan orang lain. Ada sindiran halus di sini: 

Makin kita mencoba melupakan rasa sakit, makin dalam kita tenggelam di dalamnya.

Dan di balik semua itu, ada luka yang lebih personal. Ketika ia bilang, “I’ll try not to starve myself just because you’re mad at me,” terasa banget sisi gelap dari hubungan yang bikin kehilangan diri sendiri. 

2. Tentang Cinta yang Mengisolasi

Di bagian reff, Billie mengaku kehilangan teman-temannya sejak jatuh cinta. “All of my friends are missing again / That’s what happens when you fall in love.” 

Rasa sepi yang ditinggalkan setelah cinta menyita semua waktu dan perhatian jadi hal yang banyak orang bisa relate. Ada perasaan denial di situ—berusaha yakinkan diri kalau semuanya baik-baik saja, padahal sebenarnya kosong.

3. Tentang Dunia yang Terlalu Sibuk untuk Peduli

TV Billie Eilish makna lagu

Nah, di sini Billie geser fokusnya dari diri ke dunia luar. Ia menyinggung realita sosial yang absurd lewat lirik, “The internet’s gone wild watching movie stars on trial / While they’re overturning Roe v. Wade.” 

Satu baris pendek tapi tajam: orang lebih sibuk ngikutin drama selebriti daripada isu kemanusiaan yang penting.

Billie nulis bagian ini bareng Finneas beberapa minggu sebelum Roe v. Wade resmi dicabut tahun 2022. 

Ia nyebutnya sebagai “placeholder of doom” — semacam firasat buruk tentang arah dunia. Nggak heran lagu TV kembali viral di 2024, waktu isu hak reproduksi perempuan kembali panas di Amerika.

Baca Juga, Yah! ‘Rearrange My World’ Daniel Caesar: Bantu Aku Jadi Diri Sendiri Ya!

“Maybe I’m The Problem” — Puncak Kejujuran Billie Eilish

Sampai di bagian akhir lagu TV, suasananya makin sunyi dan dalam. Kalau dari awal Billie terdengar seperti berusaha kabur dari rasa sakit, di sini dia justru berhenti lari dan menatap dirinya sendiri. 

Momen ini jadi puncak kejujuran yang paling mentah dari seluruh lagu—seolah dia akhirnya mengaku pada dirinya: “Mungkin aku memang masalahnya.”

Rasa Bersalah, Keraguan, dan Pencarian Diri

Di bagian bridge, Billie nyanyi pelan, “And I don’t get along with anyone.” Kalimat sederhana, tapi berat banget buat seseorang yang ngerasa kehilangan koneksi sama siapa pun. Dia nggak sedang dramatis—dia lagi jujur. Ada kesepian yang udah nggak bisa dijelasin dengan kata-kata lain.

Lalu outro-nya datang dengan repetisi “Maybe I’m the problem.” Kalimat itu diulang berkali-kali, seolah Billie lagi berusaha meyakinkan dirinya sendiri tapi nggak pernah benar-benar percaya. 

Saat bagian ini direkam dengan suara penonton ikut nyanyi, rasanya kayak terapi bareng—ribuan orang ngakuin hal yang sama di waktu yang sama. 

Lagu TV berubah dari sekadar curhat jadi pengalaman kolektif tentang rasa bersalah, cemas, dan pencarian makna.

Di titik itu, kamu sadar: Billie nggak cuma nyanyi tentang dirinya, tapi juga tentang kamu, tentang kita yang kadang ngerasa kecil di dunia yang terlalu berisik.

Baca Juga, Yah! ‘Bad Guy’ Billie Eilish: Yang Bilang Dirinya Jahat Berarti Nggak Jahat

“TV” dan Cermin Sunyi Generasi Sekarang

TV Billie Eilish arti lagu

Lewat lagu TV, Billie Eilish berhasil menggambarkan perasaan kosong yang sering kamu rasain tapi susah dijelasin—tentang cinta yang bikin sepi, dunia yang makin bising, dan pikiran yang terus menyalahkan diri sendiri. 

Dengan aransemen sederhana dan lirik jujur, Billie seperti membuka ruang buat kita semua untuk mengakui: nggak apa-apa kalau lagi ngerasa hancur, asal masih berani ngelihat diri sendiri di tengah kekacauan.

Kalau kamu suka makna lagu sejujur dan sedalam ini, jangan berhenti di sini, LemoList. Yuk, lanjut eksplor lebih banyak berita musik dan cerita di balik lagu-lagu lainnya bareng Lemo Blue — tempat di mana setiap nada punya arti dan setiap lirik punya perasaan.