Salvatore adalah lagu cinta glamor ala Lana Del Rey yang memikat sejak detik pertama. Vibenya seperti menelusuri kota Italia bersama Francesco Carezzoni, menikmati soft ice cream di jalanan yang sunyi, sementara limousin mewah menanti di pinggir jalan.
Lagu ini, bagian dari album Honeymoon (2015), terasa berbeda dari karya Lana lainnya—filmic, dengan nuansa Italia klasik dan vokal ala Sinatra tahun 1950-an.
Meski lirik pembuka “All the lights in Miami begin to gleam” sempat diperdebatkan, setiap kata membangun visual nostalgia dan romantisme. Dari ballad Neapolitan hingga melodi yang seperti score film Italia, Salvatore mengajak kita masuk ke dunia cinta yang glamor sekaligus melankolis.
Table of Contents
Makna Lagu Salvatore Lana Del Rey

Lagu Salvatore tentang nostalgia, glamor, dan rindu yang bikin hati ikut bergetar. Yuk kita selami makna lagu Salvatore, arti setiap kata, dan simbolisme di balik liriknya.
1. Sang Penyelamat
Lagu salvatore menampilkan kisah cinta berkelas di latar Italia yang glamor. Salvatore sendiri berarti “savior” atau penyelamat, menegaskan sosok pria ideal yang diidamkan narator.
Pria ini digambarkan tampan, dengan mata biru seperti laut, kaya, dan elegan—serasa naik limousin di jalanan Italia.
Lirik lagu salvatore menggabungkan bahasa Inggris dan Italia, seperti Cacciatore (pemburu), Ciao amore, dan Salvatore, memberi rasa romantis sekaligus rindu yang tak terucap.
Ungkapan “I adore you, can’t you see, you’re meant for me?” menunjukkan penyesalan karena cinta yang belum sempat diungkap.
2. Kontradiksi, Bahaya, dan Melankoli
Makna lagu ini juga menyimpan rasa ambivalen. Meskipun Salvatore berarti penyelamat, liriknya justru menyiratkan kekecewaan.
Cinta di lagu ini terasa berbahaya, seperti di baris “Dying by the hand / Of a foreign man / Happily,” menunjukkan gairah yang mendebarkan tapi penuh risiko.
Ada kontras antara panasnya musim panas dan dinginnya hati: “Summer’s hot but I’ve been cold without you,” menegaskan rasa rindu dan kesepian.
Lagu ini memvisualisasikan cinta glamor yang sebenarnya rapuh, seperti ilusi yang indah tapi sulit digenggam.
Baca Juga, Yah! ‘Young and Beautiful’ Lana Del Rey: Nggak Ada yang Abadi di Dunia Ini
3. Kesenangan Sesaat
Soft ice cream bukan sekadar dessert di lagu ini. Ia mewakili kesenangan sesaat di tengah cinta yang rapuh. Beberapa fans melihatnya sebagai pun kata “soft i scream,” menggambarkan rasa sakit dan keinginan yang tak terpenuhi.
Narator menunda kerinduannya untuk sementara: “Salvatore can wait / Now it’s time to eat / Soft ice cream,” menikmati kesenangan sementara sambil merindukan sosok yang tak hadir. Lagu ini menangkap emosi terbagi—kebahagiaan di permukaan, rindu mendalam di baliknya.
Baca Juga, Yah! “Hold Me Down” Daniel Caesar, Bisa Nggak Kamu Tetap Nemenin Aku?
Romansa yang Tak Terlupakan

Lagu ini membawa kita ke dunia cinta glamor penuh nostalgia, dari jalanan Italia hingga limousin mewah, sambil menyingkap rasa rindu dan melankoli yang lembut.
Liriknya menyeimbangkan romantisme, ambivalensi, dan simbolisme seperti soft ice cream, menciptakan pengalaman mendengar yang bukan hanya indah tapi juga emosional.
LemoList, lewat lagu ini, Lana Del Rey mengajak kita merasakan manis dan getir cinta dalam satu paket filmik. Untuk kamu yang penasaran dengan cerita di balik lagu lain dan ingin lebih banyak insight seru, jangan lupa eksplor lebih banyak berita musik di Lemo Blue!

