Physical: Asia baru saja bikin heboh! Series ini adalah spin-off internasional dari Physical: 100 yang nggak cuma menantang fisik, tapi juga kebanggaan nasional karena setiap tim mewakili negaranya.
Delapan negara—Korea Selatan, Jepang, Thailand, Mongolia, Turki, Indonesia, Australia, dan Filipina—beradu kekuatan di tantangan epik, mulai dari bukit pasir raksasa sampai “kapal karam” super berat.
Dengan total 48 atlet elit, set seluas lima lapangan sepak bola, dan hadiah 1 miliar won, adrenalinnya kebangetan!
Table of Contents
Rekap Physical: Asia (Episodes 1-12)

Akhirnya ini adalah final rekap! Pemenang Physical: Asia sudah keliatan!
Challenge 1 – Territorial Conquest
Challenge pertama menguji siapa tim terkuat di bukit pasir raksasa. Setiap tim harus merebut dan menguasai disk yang jadi target di tiap ronde. Persaingan langsung terlihat saat tim-tim menempel ketat di tiap plot.
- Round 1: Australia dan Jepang langsung mengamankan posisi, sementara Korea mengalahkan Turki (ada laporan kerja sama sementara). Filipina menang lawan Indonesia, Mongolia dan Thailand tersingkir.
- Round 2: Empat tim tersisa—Australia, Jepang, Korea, Turki—bertarung sengit untuk dua plot. Turki menang atas Australia, Jepang harus melalui tiga ronde menegangkan untuk kalahkan Korea.
- Round 3 (Final): Pertarungan terakhir antara Turki dan Jepang. Turki menang dan mendapat keuntungan besar menentukan matchup di challenge berikutnya.
Challenge 2 – Shipwreck Transportation
Tantangan kedua menuntut kekuatan fisik dan endurance, tim mengangkut lebih dari 6 ton kargo dari kapal karam ke markas dalam waktu 20 menit. Setnya dibuat seperti kapal bajak laut, lengkap tangga dan zip line, bikin drama makin seru.
- Jenis kargo: crate 50kg diangkat overhead/by air, sack 20kg diangkut pakai troli. Posisi peserta untuk crate tidak bisa diganti.
- Pemenang tiap group:
- Group A: Australia (2.100 kg)
- Group B: Mongolia (2.000 kg)
- Group C: Korea (2.120 kg, skor tertinggi)
- Match Terpisah: Turki (1.990 kg) menang atas Indonesia (1.480 kg)
- Group A: Australia (2.100 kg)
- Catatan cedera: Marcus Gideon (Indonesia) cedera, digantikan Isai Kesek.
Challenge 3 – Death Match (Eliminasi Dimulai)
Tim yang kalah di Shipwreck langsung menghadapi Death Match. Formatnya seperti permainan bola, target goal lawan, dan tim harus menang 3 dari 5 ronde. Pertandingan bergantian antara satu lawan satu atau dua lawan dua, bikin tegang dari awal sampai akhir.
- Match eliminasi: Jepang pilih lawan Indonesia, Filipina vs Thailand di bracket lain.
- Cliffhanger: Episode 4 berakhir dengan Thailand dan Indonesia seri 2:2, nasib tim masih digantung hingga episode selanjutnya.
Physical: Asia Episode 5 – Pertarungan Eliminasi Pertama
LemoList, di episode 5 ini, Physical: Asia akhirnya masuk ke momen yang paling ditunggu-tunggu: eliminasi pertama lewat Ball Stealing round. Dua negara harus pulang lebih cepat: Thailand dan Indonesia.
- Philippines vs Thailand: Pertandingan ini seru banget! Filipina awalnya kalah di ronde pertama, tapi mulai bangkit di ronde dua. Thailand sempat menang di ronde dua lewat duet Superbon dan James Rusameekae, tapi di ronde empat, pasangan perempuan Filipina, Lara Lorraine Deang Liwanag dan Robyn Lauren Brown, berhasil mengalahkan Thailand. Hasilnya? Thailand harus angkat koper.
- Japan vs Indonesia: Jepang tampil dominan sepanjang pertandingan. Soichi Hashimoto, Yoshio Itoi, Katsumi Nakamura, dan Yushin Okami menaklukkan atlet-atlet Indonesia satu per satu. Dua rematch pun tak bisa menyelamatkan Indonesia, akhirnya Indonesia tersingkir.
- Manny Pacquiao keluar dari tim Filipina, digantikan CrossFit athlete Justin Hernandez.
Physical: Asia Episode 6 – Team Representative Match
Setelah eliminasi, Physical: Asia beralih ke Team Representative Match di episode 6. Enam negara tersisa dibagi dua grup:
- Grup A: Korea, Australia, Filipina
- Grup B: Jepang, Türkiye, Mongolia
Formatnya sederhana: 4 ronde, nilai tertinggi menang, tim dengan skor paling rendah langsung eliminasi. Ronde-rondenya? Sack Toss, Hanging Endurance, Stone Totem Endurance, dan Pillar Vaulting. Semua atlet wajib ikut minimal satu event.
Hasil Grup A:
- Event 1 (Sack Toss): Australia juara, Korea kedua, Filipina ketiga.
- Event 2: Australia kembali menang, Korea kedua, Filipina ketiga.
- Event 3 (Hanging Endurance): Filipina bangkit, juara, Australia kedua, Korea ketiga.
- Event 4 (Sack Toss): Pertandingan terakhir belum tuntas di episode ini.
Episode 7: Quest 3 dan Eliminasi Berat
Episode ini langsung lanjut dari permainan lempar karung yang bikin otot dan emosi ketarik bareng.
- Group A — Hasil Akhir
Amotti berhasil melempar karung dengan baik meski sempat goyah di awal. Di sisi lain, semangat tim Filipina mulai turun. Meski Justin Hernandez tampil oke, tim mereka tetap kalah dan akhirnya tersingkir. Dari grup ini, Amotti dan Eddie keluar sebagai pemenang yang lanjut ke babak berikutnya.
- Group B — Tantangan Empat Game
Persaingan di grup ini makin panas dengan tim Jepang, Turki, dan Mongolia yang saling sikut di empat tantangan besar:
- Vault Race: Jepang melesat tanpa hambatan, sementara Turki kalahkan Mongolia di ronde tambahan.
- Totem Game: Mesin sempat rusak saat giliran Jepang, tapi setelah diulang, hasilnya mengejutkan — Mongolia malah bertahan paling lama, bikin Jepang turun ke posisi tiga.
- Hanging Game: Atlet akrobat Mongolia tampil santai di tali kayak lagi di taman. Jepang jatuh duluan, Turki nyerah setelah lama bertahan, dan si akrobat jadi pemenang.
- Sack Toss Match: Grup B tampil lebih kuat dibanding Grup A. Meski begitu, Turki harus rela kalah di babak ini.
Akhirnya, Jepang dan Mongolia resmi melaju ke Quest 4.
Episode 8: Tantangan Antar-Quest
Sebelum lanjut ke babak berikutnya, empat tim tersisa — Korea, Australia, Jepang, dan Mongolia — dapat waktu istirahat yang diisi dengan mini game seru tapi tetap brutal.
Ada adu panco (hand wrestling) di mana semua orang langsung ciut ngelawan Eddie dari Australia. Nggak heran, Eddie menang dengan mudah. Lalu, di jumping challenge, para peserta diminta melompat setinggi mungkin.
Semua menanti aksi Yun Sung-Bin yang terkenal “melayang” pas lompat, tapi hasilnya mengejutkan — justru Eloni Vunakece dari Australia yang keluar jadi juara lompatan.
Episode 9: Quest 4 & Awal Death Match
Di episode ini, tensi langsung naik. Quest 4 disebut sebagai tantangan paling brutal sejauh ini.
Quest 4 — Battle Rope
Permainan ini kelihatannya simpel: cuma tali dan sensor di bawah boks. Tapi ternyata, rope-nya berat banget dan bikin tangan gemetar. Tiap tim cuma boleh menurunkan tiga anggota, dan strategi pun mulai dimainkan.
Korea dan Mongolia memilih menurunkan pemain cadangan agar anggota kuatnya bisa disimpan buat death match. Setelah empat menit adu tenaga, hasilnya: Korea dapat poin paling sedikit, disusul Mongolia. Jepang dan Australia harus duel ulang buat rebut tiket menuju Quest 5.
Duel Final Quest 4
Australia mengandalkan raksasa-raksasa kuat seperti Eloni Vunakece, Robert Whittaker, dan Eddie Williams. Jepang datang dengan atlet tangguh dan lincah seperti Yoshio Itoi. Di luar dugaan, Jepang menang dan otomatis dapat free pass ke Quest 5, sementara Australia harus siap bertarung di Death Match bareng Korea dan Mongolia.
Awal Death Match
Para kapten tim disuruh buka kotak berisi borgol, tanda kalau Death Match bakal brutal. Seperti yang diprediksi, hanya tiga anggota yang tidak ikut Battle Rope boleh bertanding.
Sayangnya, strategi Australia berbalik arah, bikin posisi mereka jadi rawan. Episode pun ditutup dengan cliffhanger tajam — siapa yang bakal lanjut ke final? Kamu harus nunggu episode selanjutnya buat tahu jawabannya!
Episodes 10–11: Death Match dan Quest 5
Death Round Elimination
Death match kali ini brutal. Korea, Australia, dan Mongolia harus menyelesaikan 100 putaran sambil terbelenggu ke tiang dan menarik bola besi. Gila, capeknya nggak kebayang.
Korea membuka jarak sejak awal, berkat strategi menyimpan anggota terkuat khusus untuk ronde ini. Australia keok karena sebelumnya sudah “membakar tenaga” para member terbesar mereka. Mongolia tampil stabil dan akhirnya menyalip Australia beberapa putaran menjelang akhir.
Quest 5: Castle Conquest
Sebelum Quest 5, ada advantage race di manual treadmill—Korea menang berkat taktik jeli Amotti, meski advantage-nya (peta quest) sebenarnya nggak terlalu ngaruh.
Castle Conquest sendiri jadi tantangan paling berat: dorong gerobak penuh muatan, naik bukit pasir, turunkan jembatan 880 kg, tabrak pintu kayu pakai balok, lanjut lagi dorong gerobak sampai finis, lalu tarik jembatan kembali.
- South Korea: ngegas dari awal, selesai hanya dalam 17 menit. Seung-Yeon ngebut naik dinding dan menjatuhkan jembatan secepat kilat.
- Mongolia: pakai taktik khusus dari Enkh Orgil Baatarkhuu buat ngangkat jembatan yang superberat itu, dan finish di 25 menit.
- Japan: mentok di pintu dan habis waktu satu jam tanpa berhasil menutup jembatan. Mereka pun harus angkat kaki.
Episode 12: Finale & Ending
Sebelum final, Mongolia dan Korea sempat menikmati “last supper” dengan hidangan khas negara masing-masing—momen tenang sebelum chaos. Dua game terakhir jadi penentu gelar juara.
Game 1: Wall Push (Piston Challenge)
Mirip tug-of-war tapi dengan dorongan. Tim harus mendorong 2 dari 3 box ke sisi lawan.
- Ronde 1: Mongolia menang mulus—Orkhonbayar jago banget baca situasi.
- Ronde 2: Korea balas lewat strategi Sung-Bin yang memecah fokus lawan.
- Ronde 3: Kepala-ke-kepala, tapi Korea lebih cepat dan mengunci Game 1.
Game 2: Ironball Dragging
Mongolia memilih game ini karena merasa tenaga mereka seimbang dengan Korea, dan mereka ingin menghindari race.
Aturan semakin berat setiap ronde karena beban ditambah berdasarkan total berat tim—yang bikin Korea langsung ada di posisi tidak menguntungkan.
- Mongolia menaruh member terberat di samping dan yang paling tinggi di tengah biar gampang ambil bendera.
- Korea pakai formasi V yang lumayan efektif, walau makin susah di ronde akhir.
Kedua tim sukses menuntaskan lima ronde, dan penentuan juara terjadi di ronde serentak terakhir—siapa yang paling cepat meraih bendera.
Baca Juga, Yah! Rekap Nightmares of Nature: Lost in the Jungle: Indah tapi Seram!
Ending Physical: Asia (Pemenang)

Di momen penentuan itu, Korea berhasil meraih bendera lebih dulu dan jadi juara Physical: Asia. Kemenangan ini menegaskan satu hal: mental endurance adalah kunci ketika fisik sudah di batas maksimum.
Mongolia tetap mendapat respect penuh. Lkagva-Ochir Erdene-Ochir bahkan sempat memberi hormat ke bendera mereka yang berdiri di pasir—momen yang bikin banyak penonton terharu. Mereka mungkin kalah, tapi etos kerja dan kerendahan hati mereka meninggalkan jejak yang kuat.
Daftar Pemain dan Tim Physical: Asia

Ini dia daftar tim dan pemain kunci Physical: Asia. Setiap negara punya kapten kuat dan atlet top yang bikin kompetisi makin seru.
- South Korea
- Kapten: Dong-hyun “Stun Gun” Kim (UFC star)
- Anggota kunci: Amotti (Season 2 winner Physical: 100), Jang Eun-sil (Wrestler), Yun Sung-bin (Olympic Skeleton gold), Choi Seung-yeon (CrossFit), Kim Min-jae (Wrestling champion)
- Kapten: Dong-hyun “Stun Gun” Kim (UFC star)
- Philippines
- Kapten: Manny “Pacman” Pacquiao (Boxing champion)
- Anggota kunci: Mark “Mugen” Striegl (MMA), Ray Jefferson Querubin (Strongman/Powerlifter), Justin Coveney (Rugby), Robyn Lauren Brown (Hurdler), Lara Liwanag (CrossFit)
- Kapten: Manny “Pacman” Pacquiao (Boxing champion)
- Japan
- Kapten: Yushin Okami (MMA fighter)
- Anggota kunci: Yoshio “Superhuman” Itoi (Baseball), Katsumi Nakamura (Swimming), Soichi Hashimoto (Judoka), Nonoka Ozaki (Wrestler), Kana Watanabe (MMA)
- Kapten: Yushin Okami (MMA fighter)
- Thailand
- Kapten: Superbon (Muay Thai/kickboxer)
- Anggota kunci: James Rusameekae (Boxer), Sunny Kerdkao Wechokittikorn (Rugby), Anucha Yospanya (Wrestler), Ploy Nuannaree Olsen (Bodybuilder), Jar Uracha Teerawanitsan (CrossFit)
- Kapten: Superbon (Muay Thai/kickboxer)
- Turkey
- Kapten: Recep Kara (Oil wrestling champion)
- Anggota kunci: Yasemin Adar Yigit (Freestyle wrestling), Ali Sofuoglu (Karate), Anil Berk Baki (Sailor), Ogeday Girisken (Rower), Nefise Karatay (Athlete)
- Kapten: Recep Kara (Oil wrestling champion)
- Indonesia
- Kapten: Igedz “Executioner” Dharma Susila (Bodybuilding champion/Mr Indonesia 2018)
- Anggota kunci: Fina Phillipe (Jiu-jitsu), Glenn Victor (Swimming), Jeremiah Lakhwani (Hybrid athlete), Marcus Gideon (Badminton, cedera Episode 4, digantikan Isai Kesek), Maria Selena (Basketball)
- Kapten: Igedz “Executioner” Dharma Susila (Bodybuilding champion/Mr Indonesia 2018)
- Australia
- Kapten: Robert “The Reaper” Whittaker (UFC middleweight champion)
- Anggota kunci: Alexandra Milne (Fitness coach), Eddie Williams (Strongman), Eloni Vunakece (Rugby), Dom Tomato (Parkour), Katelin Van Zyl (Hyrox)
- Kapten: Robert “The Reaper” Whittaker (UFC middleweight champion)
- Mongolia
- Kapten: Orkhonbayar Bayarsaikhan (Wrestling champion)
- Anggota kunci: Enkh-Orgil Baatarkhuu (MMA), Adiyasuren Amarsaikhan (Judoka), Dulguun Enkhbat (Basketball), Khandsuren Gantogtokh (Volleyball), Lkhagva-Ochir Erdene-Ochirn (Contortionist)
- Kapten: Orkhonbayar Bayarsaikhan (Wrestling champion)
Baca Juga, Yah! Rekap The Asset Netflix: Misi Rahasia Berubah Jadi Dilema Nurani
Keseruan dan Cliffhanger Physical: Asia
Physical: Asia sudah menunjukkan kompetisi yang penuh aksi dan strategi, bikin jantung deg-degan sejak episode pertama. Drama antar-negara, aksi atlet top, dan suspense eliminasi bikin series ini wajib ditonton.
Mau tahu kelanjutan kompetisi dan twist berikutnya? LemoList bisa terus update semua rekap dan prediksi seru Physical: Asia, sekaligus eksplor lebih banyak berita film dan series menarik lainnya di Lemo Blue. Jangan sampai ketinggalan episode berikutnya!

