Thru These Tears cocok buat kamu pernah ngerasain jalan pulang yang tiba-tiba berat tanpa alasan.
Lagu yang jadi track kedelapan di Malibu Nights ini dibuka dengan voice synth yang ngoozing pelan, lalu masuk groovy synth yang bikin kamu bingung: mau nangis atau joget sekalian?
Serius, strukturnya juga labil—tiba-tiba nyusut ke piano lembut dan vokal Paul Klein yang rentan banget, sebelum meledak lagi.
Dibikin bareng Paul, Jake, Alexandra, dan Henry, lagu 3:24 ini lahir dari proses yang penuh keraguan, revisi, dan keyakinan kalau satu lagu bisa mengubah arah hidup.
Table of Contents
Makna Lagu Thru These Tears LANY: Tentang Kesedihan, Penyembuhan, dan Harapan

Kebayang nggak perjalanan emosional yang sampai bikin satu lagu lahir dari titik paling rapuh seseorang? Nah, bagian ini ngebawa kamu ke momen itu.
1. Lagu untuk Diri Sendiri: Bicara pada Hati yang Patah
Paul Klein awalnya menciptakan lagu Thru These Tears setelah satu malam sunyi yang berat. Dia nyetir pulang sendirian habis makan malam, lalu tiba-tiba nangis sampai harus berhenti di pinggir jalan. Setelah air matanya habis, muncul satu kalimat yang nyangkut dalam pikirannya:
Kamu bakal baik-baik aja, cuma sekarang belum keliatan karena semuanya masih buram.
Dari situ, dia langsung tau apa yang harus ditulis besok paginya.
2. “Worst 45 Days of My Life”: Perasaan yang Menghidupkan Lirik
LemoList, bagian paling jujur dari lagu ini lahir dari masa yang Paul sebut sebagai 45 hari terberat dalam hidupnya. Waktu itu dia lagi berusaha pulih dari sebuah patah hati besar.
Meski penuh rasa hancur, justru di periode itu dia merasa tumbuh—lebih matang sebagai penulis, musisi, dan manusia. Masa paling buruk berubah jadi masa paling produktif.
3. Bukan Sekadar Breakup Song: Pesan Universal tentang Menemukan Diri Lagi
Walau berangkat dari cerita personal, Paul ngerasa lagu Thru These Tears akhirnya berbicara jauh lebih luas. Lagu ini menangkap momen ketika hidup rasanya naik-turun tanpa kendali, dan kamu lagi nyoba nemuin diri kamu lagi setelah kehilangan sesuatu yang penting. Semua orang pernah ada di fase itu.
4. Dari Terapi Pribadi ke Terapi untuk Pendengar
Awalnya lagu ini cuma buat Paul sendiri—cara dia ngobrol sama batinnya. Tapi setelah luka itu sembuh, dia kasih lagu ini ke siapa pun yang butuh ruang buat ngeluarin isi hati.
Menurutnya, kalau ada yang nggak bisa kamu ucapkan, kamu bisa nyanyikan. Kalau bisa bikin beban kamu sedikit lebih lega, berarti lagu ini tepat sasaran.
Baca Juga, Yah! ‘Thick and Thin’ LANY: Kisah Cinta Emang Nggak Selalu Mulus
Makna Lagu Thru These Tears LANY Lewat Lirik-Lirik ini

Lgu Thru These Tears itu kayak buku harian yang nggak malu nunjukin luka, tapi tetap percaya ada jalan pulang. Dari sini, kita kupas tiap makna yang bikin lagu ini terasa dekat.
“Might take a hundred sleepless nights…”
Lirik ini nunjukin kalau proses move on nggak bisa dikejar-kejar. Paul ngegambarin usaha lupa yang seringnya justru bikin makin sadar betapa kuatnya kenangan itu.
Seratus malam tanpa tidur cuma simbol, tapi kamu pasti paham rasanya: panjang, melelahkan, dan penuh tarik-ulur antara pengen lanjut dan masih keinget.
“In the end I’m gonna be alright…”
Kalimat ini terasa kayak bisikan kecil yang muncul di tengah ributnya hati. Di sini Paul lagi nyakinin dirinya, meski pandangannya masih buram karena sedih.
Kamu pernah kan, tetap ngomong “aku bakal baik-baik aja,” walau napas masih sesak? Itulah vibe sesungguhnya dari bagian ini—jujur, kacau, tapi tetap maju.
Analogi Kabut dan Cahaya: Navigasi Luka dalam Hidup
Bayangin kamu nyetir di jalan berkabut habis hujan besar. Kamu harus berhenti, ngelap kaca, dan nunggu pandangan balik.
Tapi ada satu cahaya kecil yang bikin kamu yakin jalan itu masih ada. Begitu juga perjalanan Paul yang melahirkan lagu Thru These Tears—pelan, ragu, tapi tetap bergerak menuju sembuh.
Baca Juga, Yah! ‘Love At First Fight LANY’: Saat Marahan, Kalian Saling Benci atau Malah Makin Cinta?
Dari Air Mata ke Jalan Baru yang Lebih Terang

Lagu Thru These Tears jadi bukti kalau perjalanan dari patah hati menuju pulih itu nyata, pelan, dan kadang berantakan. Paul Klein berhasil mengubah masa tergelapnya jadi karya yang bisa kamu dengarkan saat hati lagi nggak karuan, dan tetap ngerasa ada harapan di depan.
Lagu ini ngingetin kamu kalau rasa sakit memang nggak hilang dalam semalam, tapi langkah kecil tetap bikin kamu maju.
Di sisi lain, perjalanan emosional yang dituangkan Paul ngasih ruang buat kamu ngerasa ditemani. Setiap baitnya kayak narik tangan kamu keluar dari kabut yang tebal.
Kalau kamu butuh tempat buat terus ngikutin cerita-cerita musik yang menggugah perasaan kayak gini, LemoList bisa lanjut jelajahi lebih banyak berita musik lainnya di Lemo Blue—siapa tahu ada lagu lain yang pas banget nemenin perjalanan kamu.