Makna lagu ‘Baby Came Home 2 / Valentines’ The Neighbourhood sebenarnya terasa seperti membuka kembali halaman lama dari kisah cinta yang belum benar-benar selesai.
Lagu ini adalah track ketujuh dari album Wiped Out! (2015) milik The Neighbourhood, dan menariknya, lagu ini dibuat sebagai sekuel dari lagu mereka di tahun 2012 berjudul “Baby Came Home.”
Dalam lagu ‘Baby Came Home 2 / Valentines’ The Neighbourhood, ceritanya dibagi menjadi dua bagian berbeda: “Baby Came Home 2” yang penuh kenangan hubungan lama, lalu “Valentines” yang berubah menjadi monolog personal tentang cinta, loyalitas, dan sisi pahit sebuah hubungan.
Table of Contents
Makna Lagu ‘Baby Came Home 2 / Valentines’ The Neighbourhood

Dari sudut pandang Lemo Blue, inti makna lagu “Baby Came Home 2 / Valentines” The Neighbourhood tentang hubungan lama yang tumbuh bersama masa sulit, tapi akhirnya menyisakan rasa pahit meskipun kenangannya masih kuat.
Di bagian “Baby Came Home 2”, ceritanya lebih fokus ke nostalgia hubungan lama. Jesse mengingat bagaimana mereka sama-sama berasal dari kehidupan yang tidak mudah, tumbuh di lingkungan yang sederhana, lalu perlahan menjalani hidup bersama sampai akhirnya sukses.
Sementara di bagian “Valentines”, nadanya berubah menjadi lebih reflektif. Jesse seperti menjelaskan bagaimana rasanya mencintainya. Ia mengakui bahwa dirinya tidak selalu mudah dicintai, bahkan bisa meninggalkan “rasa pahit”.
Untuk detail makna lagu ‘Baby Came Home 2 / Valentines’ The Neighbourhood, dijelaskan sama Kina di bawah ini:
Makna Lagu Baby Came Home 2
Di bagian pertama lagu ‘Baby Came Home 2 / Valentines’ The Neighbourhood, Jesse Rutherford seperti membuka lagi cerita lama yang sudah berjalan bertahun-tahun.
- Verse 1: Jesse mengingat dirinya di usia 22 tahun dengan “pocket full of truth”, sementara perempuan itu menyimpan banyak hal yang tersembunyi “under her bed”. Dari awal sudah terasa kalau hubungan mereka terbentuk dari latar hidup yang sama-sama berat.
- Verse 2: Jesse juga mengingat awal hubungan itu dimulai saat ia masih 17 tahun, ketika mereka pertama kali mencoba menjalin sesuatu dan ia merasa “menjadi pria”. Meski begitu, hubungan ini terlihat terus berputar dalam pola yang sama: mencoba lagi, lalu kembali runtuh.
- Bridge: Jesse melontarkan pertanyaan seperti “Who am I gonna call?” dan “Who’s the one you’re sleeping with?”. Pertanyaan itu terasa seperti refleksi setelah hubungan panjang berakhir, ketika rasa kesepian dan cemburu mulai muncul.
- Chorus: Jesse mengatakan jangan hanya duduk menunggu dia yang berbicara duluan, karena komunikasi seharusnya berjalan dua arah—“phone works two ways”. Ia mencoba meyakinkan dirinya bahwa kali ini ia akan baik-baik saja.
Makna Lagu Bagian Valentines
Setelah bagian pertama lagu ‘Baby Came Home 2 / Valentines’ The Neighbourhood yang penuh kenangan hubungan lama, lagu ini berubah arah. Musiknya lebih tenang dan Jesse masuk ke bagian spoken word yang terasa seperti monolog.
- Spoken Word: Jesse berbicara langsung kepada orang-orang yang ia anggap paling dekat. Ia menggambarkan hubungan yang penuh dukungan, di mana ia bersedia menerima semuanya karena baginya itulah arti menjadi seseorang yang benar-benar ada untuk pasangannya.
- Metafora Iced Tea dan Lemonade: Jesse menyebut mereka seperti dua minuman yang berbeda tapi cocok ketika disatukan. Gambaran ini menunjukkan hubungan yang saling melengkapi meski datang dari sifat yang berbeda.
- “Sour Lemonade”: Meski begitu, Jesse juga sadar hubungan mereka tidak selalu terasa manis. Ia menyebut dirinya sebagai “sour lemonade”, tanda bahwa dirinya bisa meninggalkan rasa pahit.
‘Baby Came Home 2 / Valentines’ The Neighbourhood Lirik Terjemahan Bahasa Indonesia (By Meaning)
[Part I: Baby Came Home 2]
[Verse 1]
She was five-foot-four with some money on the floor
Dia gadis setinggi sekitar lima kaki empat, dengan uang yang berserakan di lantai kamarnya.
And a box that’s hidden under her bed
Ada juga sebuah kotak rahasia yang dia sembunyikan di bawah tempat tidurnya.
I was only twenty-two with a pocket full of truth
Sementara aku waktu itu baru dua puluh dua, cuma punya kejujuran di saku.
But I gave her everything that I had
Tapi tetap saja, semua yang kupunya aku kasih ke dia.
We were born and raised in the Golden State
Kami sama-sama tumbuh besar di California, tempat orang menyebutnya Golden State.
Mommy’s gone, and daddy’s doing his best
Ibunya sudah tidak ada, dan ayahnya cuma bisa berusaha semampunya.
I was brought up great, living Section 8
Aku sendiri besar di kehidupan sederhana, tinggal di rumah bantuan pemerintah.
Social security’s paying the rent, oh-oh-oh (Ooh)
Uang bantuan sosial yang bahkan membantu membayar sewa rumah.
The landlord called, she said, “You gotta go” (Ooh)
Suatu hari pemilik rumah menelepon dan bilang kami harus pergi.
Little one, you just lost your (Ooh-ooh)
Rasanya seperti dunia kecil kami tiba-tiba runtuh begitu saja.
[Verse 2]
She was five-foot-four, getting money on tour
Beberapa tahun kemudian, gadis lima kaki empat itu sudah ikut tur dan mulai menghasilkan uang.
But her socks were at the end of my bed (Ooh)
Meski begitu, kaus kakinya masih saja tertinggal di ujung tempat tidurku.
Got our names tattooed on each other
Kami bahkan menato nama masing-masing di tubuh kami.
Just to prove to each other that we’d do what we said (Ooh)
Seolah ingin membuktikan kalau janji kami waktu itu benar-benar serius.
Only took a few days ’til our minds were made up
Tidak butuh waktu lama sampai kami memutuskan sesuatu.
And we thought we should try it again (Ooh)
Kami pikir mungkin hubungan ini layak dicoba lagi.
I was only seventeen when we first tried things
Aku masih tujuh belas saat semuanya pertama kali dimulai.
When she first made me feel like a man, oh-oh (Ooh-ooh)
Dan dia adalah orang pertama yang membuatku merasa benar-benar dewasa.
[Bridge]
Who am I gonna call? (Ooh)
Sekarang aku bahkan tidak tahu harus menelepon siapa.
Who’s gonna catch me when I— (Ooh)
Siapa yang akan menahanku saat aku mulai jatuh lagi.
Who’s the one you’re sleeping with? (Ooh)
Dan sekarang… sebenarnya kamu tidur dengan siapa?
[Chorus]
Well, don’t just sit in front of me and wait for me to talk
Jangan cuma duduk diam di depanku dan menunggu aku yang mulai bicara.
You can call me up, phone works two ways, you know?
Kamu juga bisa menelepon duluan, tahu kan kalau telepon itu bekerja dua arah.
This time, baby, yeah, I think that I’ll be just fine
Kali ini rasanya aku akan baik-baik saja.
And I wish I could say the same for you
Walau jujur saja, aku tidak yakin kamu akan merasakan hal yang sama.
I, yeah, I do, I, hey
Ya… begitulah yang sebenarnya kurasakan.
[Instrumental Outro]
(Yeah, yeah, yeah)
(Hey, hey, hey)
[Part II: Valentines]
[Spoken Word]
To those of you in which I choose to always be the closest to
Untuk orang-orang yang kupilih selalu ada paling dekat denganku,
There’s something that you need to know
ada satu hal yang perlu kamu tahu.
Loving me is not a joke
Mencintai aku bukan sesuatu yang ringan.
You can put it all on me, you can laugh, and you can bleed
Kamu boleh menaruh semuanya padaku—tawa, luka, bahkan air mata.
And I’ll adopt it all because that’s just what a buddy does
Aku akan menerima semuanya, karena memang begitu cara seseorang menjaga orang yang ia sayang.
I loved you from minute one, the iced tea to my lemonade
Sejak awal aku sudah menyayangimu, seperti es teh yang bertemu lemonadenya.
Never one to hit and run, soaking every minute made
Aku bukan tipe yang datang lalu pergi, aku menikmati setiap menit yang kita habiskan.
You can give me all your juice, I can squeeze it out for you
Kamu bisa memberikan semua yang kamu punya, dan aku akan menjaganya untukmu.
And all I ask you in exchange, love me back through every phase
Yang kuminta cuma satu: tetap mencintaiku di setiap fase hidupku.
If it ever comes off wrong or leaves you with a bitter taste
Kalau suatu saat semuanya terasa salah atau meninggalkan rasa pahit,
Just remember you’re the tea
ingat saja kalau kamu adalah tehnya.
And I’m your sour lemonade, I’m your sour lemonade, oh
Dan aku… adalah lemonade yang sedikit asam itu.
Tropical iced tea and hot pink lemonade
Seperti es teh tropis dan lemonade merah muda yang aneh tapi tetap cocok ketika disatukan.
Di Balik Lagu ‘Baby Came Home 2 / Valentines’ The Neighbourhood
‘Baby Came Home 2 / Valentines’ The Neighbourhood menggambarkan perjalanan hubungan yang sudah melewati banyak fase—dari masa muda yang penuh kenangan, kesuksesan yang datang bersama waktu, sampai rasa cemburu dan luka setelah semuanya berubah.
Kalau suka membedah cerita di balik lagu seperti ‘Baby Came Home 2 / Valentines’ The Neighbourhood, lanjut temukan lebih banyak rekomendasi musik dan makna lagu dari sudut pandang interpretasi lirik di Lemo Blue—lengkap sambil menikmati lagu favoritmu dengan mendengarkan full track-nya di Spotify Premium.

