Getih Ireng (Black Blood) diproduksi oleh Hitmaker Studios berkolaborasi dengan Legacy Pictures, film ini disutradarai oleh Tommy Dewo.
Tayang perdana di bioskop Indonesia pada 16 Oktober 2025, Getih Ireng hadir dengan durasi 106 menit dan rating 17+, memadukan horor, psychological thriller, sekaligus melodrama dalam satu napas yang intens.
Dibintangi Titi Kamal sebagai Rina dan Darius Sinathrya sebagai Pram—yang untuk pertama kalinya dipasangkan di layar lebar—film ini juga menghadirkan Sara Wijayanto dalam peran misterius yang krusial.
Diadaptasi dari thread viral 2023 di platform Twitter (X) oleh akun Jero Point, kisahnya berakar kuat pada budaya Jawa dengan tema santet sebagai pusat teror.
Table of Contents
Tentang Apa Sih Getih Ireng?
Sinopsis Getih Ireng mengikuti kehidupan Pram dan Rina, pasangan pengantin baru yang pindah dari Solo ke Wonosobo, Jawa Tengah, demi memulai hidup baru dan mewujudkan impian punya anak.
Awalnya terasa seperti babak baru yang hangat—rumah baru, kota baru, harapan baru. Tapi kedamaian itu retak bahkan sebelum benar-benar sempat tumbuh.
Rina mulai menemukan tanah berceceran di lantai rumah yang sebelumnya bersih, merasakan hawa panas menyesakkan setiap malam, dan—yang paling mengganggu—melihat sosok lelaki tua telanjang yang tak bisa dilihat siapa pun selain dirinya.
Ketika akhirnya Rina hamil, harapan itu terasa seperti jawaban atas semua doa. Sayangnya, kebahagiaan itu cuma seumur jagung.
Setelah mimpi mengerikan tentang sosok lelaki tua tersebut, Rina mengalami keguguran. Pram mencoba tetap rasional, menganggap semuanya sebagai persoalan medis atau tekanan psikologis. Tapi Rina tahu ada yang tidak beres—dan itu bukan sekadar trauma.
Jawaban mulai terkuak saat Rina menemui Pak Narto, seorang spiritualis yang mengungkap bahwa mereka menjadi target santet bernama Getih Ireng. Santet ini bukan sembarang kutukan; ia menargetkan darah dan garis keturunan.
Artinya, selama kutukan itu melekat, Rina tak akan pernah bisa melahirkan anak yang hidup—ia akan terus mengalami keguguran seumur hidupnya.
Penjelasan Ending Getih Ireng: Kutukan yang Tak Sekadar Menghantui

Ending film Getih Ireng terasa seperti vonis yang perlahan dijatuhkan. Pak Narto sudah memberi peringatan: selama santet itu masih melekat, Rina tak akan pernah bisa mempertahankan kehamilannya.
“Akhir” bagi Rina bukanlah kematian, melainkan hidup dalam kehilangan yang berulang—keguguran demi keguguran, harapan yang tumbuh hanya untuk dihancurkan lagi. Ini bukan horor instan, tapi horor jangka panjang yang menyiksa secara mental.
Menuju Klimaks Film
Namun film tidak berhenti pada keputusasaan pasif. Menuju klimaks, ketegangan meningkat drastis.
Konfrontasi yang digambarkan brutal dan fisikal—dengan sinematografi gelap, suara yang menekan, serta adegan pertarungan yang terasa koreografis—menunjukkan bahwa ada upaya nyata untuk melawan siklus tersebut.
Bukan cuma ritual, tapi juga benturan keyakinan antara rasionalitas Pram dan keyakinan Rina terhadap dunia gaib.
Pertarungan ini terasa seperti simbol: antara menerima takdir atau mencoba mematahkannya, meski harus membayar harga mahal.
Review dan Makna Ending Getih Ireng
Menurut sudut pandang Lemo Blue, yang membuat ending Getih Ireng terasa berat adalah penekanan pada tema garis keturunan. Kutukan ini tidak berdiri sendiri; ia diwariskan.
Artinya, apa yang dialami Rina bukan sekadar tragedi pribadi, melainkan bagian dari rantai panjang masa lalu.
Film menegaskan bahwa terkadang, yang paling menyakitkan bukan kehilangan saat ini—melainkan kesadaran bahwa masa depan telah direnggut sebelum sempat lahir.
Sebuah drama keputusasaan yang sunyi, di mana darah bukan hanya simbol kehidupan, tapi juga warisan luka.
Horor yang Lebih Dalam dari Sekadar Santet
Getih Ireng meninggalkan pertanyaan pahit: kalau darah bisa mewariskan kutukan, apakah cinta cukup kuat untuk memutuskannya?
Buat kamu yang suka membedah makna di balik adegan, teori ending yang bikin merinding, sampai cari tontonan seru berikutnya, jangan berhenti di sini.
Di Lemo Blue, kamu bisa menemukan lebih banyak ulasan dan rekomendasi film Netflix yang viral, jadul, box office dll di Lemo Blue—mulai dari yang lagi ramai dibicarakan sampai hidden gems yang underrated tapi layak ditonton.

