Jadi gini—Justin Bieber That Should Be Me pertama kali muncul di album My World 2.0 yang rilis 19 Maret 2010. Buat kamu yang tumbuh di era itu, pasti masih ingat gimana hebohnya Justin dengan rambut poni ikoniknya.
Nah, di balik gemerlap popularitasnya, lagu ini justru jadi salah satu balada paling emosional yang bikin hati remuk. Ceritanya tentang rasa sakit ditinggal dan diganti orang lain, kayak naik rollercoaster perasaan—penuh penyesalan, denial, sampai nggak rela melepas. Nggak heran kalau That Should Be Me masih jadi anthem galau sejuta umat sampai sekarang.
Table of Contents
Makna Justin Bieber That Should Be Me

LemoList, kalau kamu lagi dengerin Justin Bieber That Should Be Me, siap-siap masuk ke dunia penuh drama patah hati. Dari awal sampai akhir, liriknya kayak mengajak kita naik rollercoaster perasaan—mulai dari sakit hati, penyesalan, sampai denial.
1. Tentang Patah Hati dan Rasa Kehilangan
Di bagian ini, Justin benar-benar nunjukin sisi rapuhnya. Kamu bisa kebayang gimana pedihnya saat tahu mantan udah gandengan sama orang baru, apalagi di tempat yang dulu penuh kenangan.
Rasa digantikan itu jadi luka yang nyesek banget, ditambah dengan gosip soal “pria lain” yang makin bikin insecure. Semua momen itu kerasa kayak tamparan di muka, sampai bikin dia kehilangan pegangan.
Baca Juga, Yah! Makna Lagu Daisies Justin Bieber: Ini Lagu Romantis, Kah?
2. Penyesalan dan Keinginan Kedua

Masuk lebih dalam lagi, kamu bakal dengar sisi penuh penyesalan. Di outro, Justin nyeletuk “Never shoulda let you go” yang jelas banget kayak pengakuan kesalahan.
Dari situ, keliatan kalau dia masih punya harapan buat balik lagi, seakan-akan pengen memutar waktu. Bahkan di bridge, dia bimbang harus tetap berjuang atau menyerah. Tapi ending-nya jelas: dia janji nggak akan pernah ngelepasin cinta itu lagi.
3. Penolakan dan Denial
Nah, ini bagian paling relate buat banyak orang. Justin Bieber That Should Be Me adalah bentuk keengganan buat menerima kenyataan. Dia terobsesi dengan pikiran kalau semua kebahagiaan mantannya—dari pegangan tangan sampai tawa kecil—itu seharusnya miliknya. Pengulangan di chorus bikin pesannya makin kuat, kayak mantra.
Walaupun ada pengakuan salah di akhir, Justin tetap denial, menegaskan kalau dia nggak akan pernah melepaskan. Hasilnya? Lagu ini jadi simbol melodrama remaja yang bikin banyak hati ikut remuk.
Baca Juga, Yah! Lirik Lagu Justin Bieber Baby Udah Dihafal Mati, Tapi Tau 19 Fakta ini Belum?
Kenapa That Should Be Me Masih Jadi Anthem Galau

LemoList, pada akhirnya Justin Bieber That Should Be Me bukan cuma lagu patah hati biasa. Lagu ini berhasil menangkap rasa kehilangan, penyesalan, dan denial dengan cara yang jujur dan emosional. Itulah kenapa sejak 2010 sampai sekarang, lagu ini masih jadi soundtrack galau yang bisa bikin banyak orang ngerasa, “Duh, itu seharusnya aku!”.
Kalau kamu lagi butuh teman buat meresapi perasaan atau sekadar nostalgia masa remaja bareng musik Justin, lagu ini wajib masuk playlist. Dan buat kamu yang penasaran sama kisah musik lain yang penuh cerita seru, yuk terus ikuti artikel-artikel di Lemo Blue biar nggak ketinggalan update musik dan film favoritmu!