Ending V for Vendetta memang meninggalkan bekas bagi siapa aja yang udah nonton. Berlatar London pada tahun 2020, V for Vendetta mengisahkan sebuah negara yang dikuasai rezim totaliter Norsefire.
Di tengah ketakutan akibat pengawasan ketat, dan penindasan terhadap rakyat, muncul V, seorang penyintas eksperimen manusia yang bertekad menghancurkan sistem, dan membangkitkan keberanian masyarakat untuk melawan tirani.
Film garapan James McTeigue ini dibintangi Hugo Weaving sebagai V, sosok misterius bertopeng Guy Fawkes, Natalie Portman sebagai Evey Hammond, John Hurt sebagai diktator Adam Sutler, serta Stephen Rea sebagai Inspektur Eric.
Table of Contents
Penjelasan Ending V for Vendetta: Ketika Sebuah Ide Tidak Bisa Dibunuh

Menjelang ending V for Vendetta, terjadi tepat pada 5 November, satu tahun setelah V meledakkan Old Bailey sebagai awal revolusinya.
Selama setahun itu, V tidak hanya melakukan serangkaian aksi teror, tetapi juga menyusun strategi untuk menghancurkan fondasi pemerintahan Norsefire.
Langkah terakhirnya adalah membuat kesepakatan dengan Peter Creedy, kepala polisi rahasia yang sebenarnya ingin mengambil alih kekuasaan.
Creedy bersedia menyerahkan Kanselir Adam Sutler kepada V dengan syarat V menyerahkan dirinya tanpa perlawanan.
Namun V sudah memperhitungkan semuanya.
Begitu Creedy mengeksekusi Sutler di hadapan V, pemimpin rezim yang selama ini memerintah lewat rasa takut akhirnya tumbang. Setelah itu, V justru membunuh Creedy beserta seluruh anak buahnya.
Dengan satu aksi tersebut, hampir seluruh pucuk pimpinan rezim Norsefire lenyap sekaligus, menciptakan kekosongan kekuasaan yang membuat pemerintah kehilangan kendali.
Kenapa V Tetap Mati Meski Berhasil Mengalahkan Semua Musuh?
Walaupun berhasil mengalahkan Creedy dan pasukannya, tubuh V telah ditembus banyak peluru.
Ia memang masih mampu berjalan keluar dari lokasi pertempuran, tetapi luka yang diterimanya terlalu parah untuk diselamatkan.
V kemudian kembali ke markas bawah tanahnya dan menghembuskan napas terakhir di pelukan Evey Hammond.
Menariknya, sebelum meninggal V tidak pernah memaksa Evey melanjutkan misinya.
Justru ia menyerahkan keputusan paling penting kepada Evey, yaitu apakah kereta berisi bahan peledak harus tetap dijalankan menuju Gedung Parlemen atau tidak.
Mengapa Inspector Finch Membiarkan Ledakan Terjadi?
Saat Evey bersiap mengaktifkan kereta berisi bahan peledak, Inspector Eric Finch datang untuk menghentikannya.
Namun sepanjang penyelidikannya, Finch telah menemukan fakta mengejutkan mengenai pemerintah Norsefire.
Ia mengetahui bahwa wabah virus yang membuat masyarakat hidup dalam ketakutan ternyata sengaja diciptakan oleh pemerintah sendiri sebagai alat untuk merebut dan mempertahankan kekuasaan.
Kesadaran tersebut mengubah seluruh pandangan Finch.
Alih-alih menangkap Evey, ia memilih mundur dan membiarkan tuas kereta ditarik. Finch sadar bahwa sistem yang selama ini ia lindungi ternyata dibangun di atas kebohongan, pembunuhan, dan manipulasi.
Ledakan Gedung Parlemen Bukan Sekadar Balas Dendam
Kereta yang membawa jasad V akhirnya melaju menuju Gedung Parlemen Inggris.
Sesaat kemudian, bangunan tersebut meledak dengan latar musik megah 1812 Overture karya Tchaikovsky. Adegan ini memang terlihat seperti klimaks aksi, tetapi sebenarnya memiliki makna simbolis.
Parlemen bukan dihancurkan karena bangunannya semata, melainkan karena bangunan itu telah menjadi lambang pemerintahan yang menindas rakyat selama bertahun-tahun.
Ledakan tersebut menandai runtuhnya sistem yang dibangun melalui ketakutan, propaganda, penyiksaan, hingga pembungkaman kebebasan berbicara.
Dengan kata lain, yang benar-benar dihancurkan adalah simbol tirani, bukan sekadar sebuah gedung.
Kenapa Semua Orang Memakai Topeng Guy Fawkes?
Di saat yang sama, ribuan warga London berjalan menuju Parlemen dengan mengenakan topeng Guy Fawkes yang sebelumnya dikirim oleh V.
Momen ini menjadi salah satu adegan paling ikonik dalam sejarah film.
Tentara yang berjaga sebenarnya masih memiliki senjata, tetapi mereka tidak menerima perintah apa pun untuk menembak rakyat.
Tanpa kepemimpinan Norsefire, seluruh rantai komando runtuh sehingga tidak ada lagi yang mampu mengendalikan massa.
Setelah ledakan terjadi, satu per satu warga melepas topeng mereka.
Di balik topeng itu, kita lihat wajah-wajah yang familiar, orang-orang yang selama ini jadi korban: Valerie, Gordon, bahkan anak kecil yang ditembak mati. Semua mewakili satu hal: kita semua adalah V.
Waktu Finch tanya, “Siapa sebenarnya V?”, Evey jawab pelan tapi tegas:
“Dia ayahku. Dia ibuku. Dia saudaraku. Temanku. Dia kamu. Dia aku. Dia kita semua.”
Jawaban itu jadi inti dari ending V for Vendetta: ide tentang kebebasan nggak butuh wajah. Identitas V sengaja disembunyikan supaya perjuangannya nggak berhenti di satu orang, tapi hidup di setiap orang yang berani melawan ketidakadilan.
Baca Juga, Yah! Penjelasan Ending It: Welcome to Derry: Sebelum Losers Club, Ada Derry 1962
Review Ending V for Vendetta: “Ideas Are Bulletproof”
Sepanjang film, identitas asli V tidak pernah diperlihatkan. Dari sudut pandang Lemo Blue, tujuannya agar masyarakat mengingat gagasan yang ia perjuangkan, bukan wajah atau nama di balik topeng tersebut.
Bagi V, manusia bisa dibunuh, dilupakan, atau gagal. Namun sebuah ide akan terus hidup selama masih ada orang yang mempercayainya.
Inilah alasan mengapa kalimat “Ideas are bulletproof” menjadi inti dari keseluruhan film.
Peluru memang mampu menghancurkan tubuh V, tetapi tidak bisa menghentikan semangat perlawanan yang telah ia tanamkan kepada rakyat.
Di akhir film, Finch bertanya kepada Evey siapa sebenarnya V. Jawaban Evey sangat sederhana tetapi penuh makna. Menurutnya, V adalah “kita semua”.
V adalah representasi seluruh masyarakat yang pernah kehilangan keluarga, sahabat, hak, dan kebebasan akibat pemerintahan yang tiran.
Karena itulah ribuan orang dapat mengenakan topeng yang sama. Di balik topeng tersebut, setiap orang bebas memberi makna sendiri tentang keadilan, keberanian, dan kebebasan.
Baca Juga, Yah! Penjelasan Ending Zomvivor: Kuliah Normal Aja Capek, Apalagi Dikejar Zombie
Ending V for Vendetta Tentang Mengalahkan Rasa Takut
Pada ending V for Vendetta memperlihatkan bahwa kebebasan tidak lahir dari satu orang, melainkan dari keberanian banyak orang yang memperjuangkan ide yang sama.
Kalau kamu suka penjelasan ending film yang lebih mudah dipahami,lanjut jelajahi di Lemo Blue! Kamu juga bisa menemukan rekomendasi film Netflix yang viral, film jadul, hingga film box office yang menarik untuk ditonton atau ditonton ulang.

