Rekomendasi film tentang partner in crime

10+ Film Tentang Partner in Crime yang Seru Banget! (Versi Lemo Blue)

“Partner in crime” artinya adalah seseorang yang selalu ada di sisi kita—bukan cuma pasangan romantis, tapi juga sahabat, teman, atau orang terdekat yang kompak menghadapi apa pun bersama. 

Istilah ini identik dengan hubungan penuh chemistry, loyalitas, dan kekacauan seru yang justru bikin ikatan mereka terasa kuat. 

Nah, di artikel ini, Lemo Blue mau ngasih rekomendasi film tentang hubungan “partner in crime” yang seru, emosional, sampai bikin iri karena kedekatan mereka terasa begitu nyata.

Rekomendasi Film Tentang “Partner in Crime” Seru (Lengkap dengan Plot)

Nggak semua hubungan “partner in crime” harus dipenuhi aksi kriminal literal. Kadang, istilah ini juga menggambarkan dua orang yang sama-sama terjebak dalam situasi kacau, saling menutupi kekurangan, dan bertahan menghadapi dunia yang terasa nggak adil. 

Berikut rekomendasi dari sudut pandang Lemo Blue:

1. Deadpool & Wolverine

Kalau ngomongin “partner in crime” versi paling brutal, absurd, tapi tetap seru, Deadpool & Wolverine jelas masuk daftar teratas.

 Film ini akhirnya mempertemukan Deadpool yang nggak bisa diam dengan Wolverine yang emosinya selalu di ujung tanduk. Hasilnya? Kekacauan total yang justru bikin chemistry mereka terasa sempurna.

Sepanjang film, hubungan mereka dipenuhi candaan receh, hinaan tanpa filter, sampai adegan action yang super brutal. Tapi di balik semua itu, keduanya sebenarnya saling melengkapi. 

Deadpool membawa sisi liar dan kacau, sementara Wolverine jadi sosok yang lebih dingin dan emosional. Dinamika inilah yang bikin mereka terasa seperti duo “partner in crime” yang selalu berantem, tapi tetap nggak bisa jalan sendiri-sendiri.

2. Dopamin

Dopamin membawa konsep “partner in crime” ke arah yang jauh lebih realistis dan gelap. Film Indonesia ini mengikuti Malik dan Alya, pasangan muda yang hidupnya perlahan runtuh karena tekanan ekonomi dan tumpukan utang yang nggak ada habisnya.

Situasi berubah total ketika seseorang meninggal di rumah mereka dan meninggalkan koper berisi miliaran rupiah. 

Hubungan Malik dan Alya mulai diuji. Mereka sadar uang itu bisa mengubah hidup mereka, tapi di saat yang sama, keputusan untuk mengambilnya juga bisa menghancurkan semuanya.

Yang bikin film ini menarik adalah bagaimana rasa cinta, ketakutan, dan keputusasaan bercampur jadi satu. Malik dan Alya bukan kriminal profesional, tapi keadaan memaksa mereka masuk ke situasi yang semakin berbahaya. 

Mereka terus saling meyakinkan bahwa semua ini demi bertahan hidup, padahal perlahan hubungan mereka mulai dipenuhi rasa curiga dan tekanan mental.

3. The Green Mile

Berbeda dari film lain di daftar ini, The Green Mile menghadirkan hubungan “partner in crime” yang lebih emosional dan spiritual. 

Berlatar di blok hukuman mati tahun 1935, film ini berfokus pada hubungan antara Paul Edgecomb, seorang sipir penjara, dan John Coffey, narapidana bertubuh besar yang sebenarnya memiliki hati sangat lembut.

Meski berada di sisi hukum yang berbeda, Paul perlahan sadar kalau John bukan sosok monster seperti yang dituduhkan banyak orang. Apalagi setelah John menunjukkan kemampuan supranatural untuk menyembuhkan orang lain.

Hubungan mereka berkembang menjadi ikatan yang dalam dan penuh empati. Paul mulai mempertanyakan sistem hukum, rasa keadilan, dan keputusan-keputusan yang selama ini ia anggap benar. 

Sementara John membantu Paul melihat sisi kemanusiaan yang selama ini tersembunyi di balik kekerasan dan hukuman mati.

4. The Rip

The Rip menawarkan konsep “partner in crime” yang penuh manipulasi dan permainan psikologis. Film ini mengikuti Lt. Dane Dumars dan Detektif J.D. Byrne, dua anggota tim narkotika yang terlihat seperti saling bermusuhan di depan banyak orang.

Padahal, semua konflik itu hanyalah akting.

Keduanya sebenarnya bekerja sama secara diam-diam untuk membongkar pengkhianat di dalam unit mereka sendiri. 

Mereka sengaja membuat pertengkaran palsu, menyebarkan informasi bohong, dan menciptakan kekacauan demi memancing “mole” keluar dari persembunyiannya.

Semakin dalam mereka menyelidiki kasus ini, semakin berbahaya permainan yang mereka jalani. Dan seperti kebanyakan cerita “partner in crime”, garis antara teman dan musuh perlahan mulai terasa kabur.

5. Everybody Loves Me When I’m Dead

Film Thailand ini membawa cerita “partner in crime” ke arah yang penuh tekanan moral dan keputusasaan ekonomi. Everybody Loves Me When I’m Dead mengikuti Toh dan Petch, dua pegawai bank yang hidupnya dipenuhi masalah finansial.

Ketika mereka menemukan kesempatan untuk mencuri uang dari rekening nasabah yang sudah meninggal tanpa ahli waris, keduanya mulai percaya bahwa ini adalah jalan keluar dari hidup mereka yang kacau.

Awalnya semuanya terasa sederhana. Tapi semakin jauh mereka terlibat, situasinya berubah jadi mimpi buruk. Dunia kriminal Pattaya yang brutal mulai menyeret mereka ke dalam lingkaran kekerasan, ancaman, dan paranoia.

Film ini menarik karena memperlihatkan bagaimana keputusan kecil yang tampak “masuk akal” bisa berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih gelap. 

Hubungan Toh dan Petch juga perlahan berubah dari sekadar rekan kerja menjadi dua orang yang terjebak bersama dalam kekacauan yang mereka ciptakan sendiri.

6. Everything Everywhere All at Once

Di balik semua kekacauan multiverse, pertarungan absurd, dan visual yang super random, Everything Everywhere All at Once sebenarnya punya inti cerita yang sangat emosional: hubungan Evelyn Wang dan Waymond.

Evelyn adalah sosok yang lelah menghadapi hidupnya sendiri. Bisnis laundromat berantakan, hubungan dengan anaknya renggang, dan pernikahannya terasa hambar. 

Tapi ketika realitas mulai hancur karena ancaman multiverse, justru Waymond—suaminya yang sering dianggap “terlalu baik”—menjadi alasan semuanya tetap bertahan.

Yang bikin hubungan mereka terasa unik adalah cara Waymond menghadapi kekacauan. Saat semua orang memilih kekerasan, dia justru percaya bahwa kebaikan bisa jadi bentuk perlawanan paling kuat. 

Film ini terasa seperti pengingat kalau “partner in crime” nggak selalu tentang aksi kriminal atau kekacauan liar. Kadang, itu cuma tentang seseorang yang tetap memilih menemani kita, bahkan saat seluruh dunia terasa runtuh.

7. Jingle Bell Heist

Jingle Bell Heist membawa konsep “partner in crime” ke suasana Natal yang jauh lebih chaotic dan penuh kejutan. 

Film ini mengikuti Sophia dan Nick, dua orang asing yang dipertemukan oleh masalah hidup masing-masing dan akhirnya bekerja sama melakukan perampokan di malam Natal.

Awalnya, semuanya murni soal uang. Mereka sama-sama punya tekanan keluarga dan masalah finansial yang bikin hidup terasa mentok. Tapi semakin lama mereka bekerja sama, hubungan keduanya berkembang jadi sesuatu yang lebih personal.

Yang menarik, film ini nggak berhenti di konsep “mencuri lalu kabur”. Ceritanya perlahan berubah jadi reverse heist, di mana Sophia dan Nick justru mencoba mengembalikan barang curian untuk menjebak pebisnis korup yang sebenarnya jauh lebih jahat dari mereka.

8. The Handmaiden

Kalau mencari film tentang hubungan penuh manipulasi, rahasia, dan chemistry intens, The Handmaiden adalah salah satu yang paling kuat. 

Film ini mengikuti Sook-hee, seorang pencopet yang direkrut untuk membantu menipu Lady Hideko, pewaris kaya yang hidup dalam tekanan keluarganya sendiri.

Awalnya, hubungan mereka dibangun di atas kebohongan. Sook-hee masuk ke kehidupan Hideko dengan niat memanfaatkannya. Tapi semakin dekat mereka, semuanya mulai berubah.

Di balik suasana misterius dan permainan manipulasi yang rumit, film ini sebenarnya bercerita tentang dua perempuan yang sama-sama ingin bebas dari orang-orang yang mengendalikan hidup mereka. 

Mereka akhirnya membentuk aliansi diam-diam untuk membalikkan keadaan dan melawan para pria manipulatif yang mencoba memanfaatkan mereka.

9. Pulp Fiction

Sulit membahas duo kriminal ikonik tanpa menyebut Pulp Fiction. Film kultus karya Quentin Tarantino ini menghadirkan Vincent Vega dan Jules Winnfield, dua pembunuh bayaran yang punya chemistry absurd, santai, tapi tetap terasa berbahaya.

Yang bikin hubungan mereka menarik bukan cuma aksi kriminalnya, tapi percakapan-percakapan random yang terasa sangat manusiawi. Mereka bisa ngobrol soal burger, pijat kaki, sampai filosofi hidup beberapa menit sebelum melakukan pembunuhan.

Sepanjang film, Vincent dan Jules menghadapi berbagai situasi kacau, termasuk insiden tembakan tidak sengaja di dalam mobil yang berubah jadi salah satu adegan paling ikonik di sejarah film kriminal. 

10. Tee Yai

Film ini mengangkat kisah kriminal legendaris tentang Tee Yai, seorang buronan terkenal, dan sahabat masa kecilnya, Rerk. 

Di balik reputasi Tee Yai yang dianggap punya “ilmu hitam” untuk lolos dari polisi, sebenarnya ada sosok Rerk yang diam-diam menjadi otak dari semua pelarian dan aksi mereka.

Rerk bukan tipe karakter yang suka kekerasan frontal. Ia lebih mengandalkan strategi, koneksi, suap, dan perhitungan cerdas untuk menjaga mereka tetap selangkah di depan aparat. Sementara Tee Yai menjadi wajah utama yang ditakuti banyak orang.

Hubungan keduanya terasa seperti kombinasi sempurna antara kekuatan dan kecerdikan. Mereka tumbuh bersama, memahami cara pikir masing-masing, dan sudah terlalu jauh masuk ke dunia kriminal untuk bisa kembali hidup normal.

11. The Twits

Kalau kebanyakan film “partner in crime” menghadirkan duo yang keren atau karismatik, The Twits justru sengaja dibuat menjijikkan dan absurd. Film animasi ini mengikuti Mr. dan Mrs. Twit, pasangan suami istri yang benar-benar menikmati kekacauan dan penderitaan orang lain.

Mereka bukan sekadar pasangan toxic biasa. Keduanya saling jahil, saling menghancurkan hidup satu sama lain, tapi tetap bekerja sama menjalankan berbagai rencana aneh dan keterlaluan. 

Hubungan mereka terasa seperti definisi harfiah dari chaos couple. Bukannya saling memperbaiki, mereka justru membuat sisi buruk masing-masing semakin parah. Tapi anehnya, justru itu yang bikin dinamika mereka terasa lucu sekaligus mengerikan.

Film “Partner in Crime” Selalu Punya Chemistry yang Sulit Dilupakan

Film dengan tema partner in crime memang selalu menarik karena hubungan antar karakternya terasa lebih kompleks dibanding sekadar teman atau pasangan biasa. 

Kalau Lemolist suka film dengan cerita penuh misteri, plot twist, atau ending yang bikin mikir berhari-hari, jangan lupa eksplor lebih banyak artikel penjelasan ending dan rekomendasi film dari Netflix yang viral, film jadul, sampai box office lainnya di Lemo Blue.